Museum di Cina tutup karena tampilkan artefak palsu

  • 16 Juli 2013
Peta Hebei
Museum di propinsi Hebei dilaporkan dibangun tahun 2007 dengan ribuan barang.

Satu museum di Cina ditutup karena menampilkan barang-barang palsu, termasuk vas dengan dekorasi kartun yang disebut sebagai artefak dinasti Qing.

Media resmi Cina mengatakan pemilik museum menganggarkan sekitar US$90 juta dolar untuk membangun museum di propinsi Hebei itu.

Barang yang dipamerkan termasuk vas yang didekorasi dengan kartun binatang berwarna hijau namun disebut barang artefak.

Selain itu juga ada barang-barang yang seharusnya ditandatangani oleh Kaisar Kuning pada abad ke-27 SM, namun menggunakan huruf Cina yang baru diterapkan sekitar 100 tahun lalu.

Media resmi menyebutkan pemilik museum memiliki reputasi apapun yang ditawarkan.

Ribuan barang pameran

Saat ini pemilik museum, seorang pejabat Partai Komunis Wang Zongquan, tengah diselidiki.

Penduduk setempat mengatakan kepada surat kabar lokal bahawa Wang membeli lebih dari 40.000 barang palsu.

Masyarakat menuduh Wang membuang-buang anggaran desa dengan menggunakan uang dari penjualan lahan dan membangun museum dengan barang palsu.

Pasar barang antik Cina dilaporkan sangat marak dengna barang-barang palsu.

China Radio International (CRI) mengutip pakar barang antik Cina, Ma Weidu yang mengatakan, "Museum dengan barang-barang palsu ditemukan di banyak tempat di Cina dengan tujuan mencari uang."

Museum ini dilaporkan dibangun pada 2007 dengan 12 ruangan yang menampilkan ribuan barang.

Berita terkait