BBC navigation

Rekor harga saham AS pecah lagi

Terbaru  12 Juli 2013 - 11:19 WIB
Bursa AS

Pasar saham di AS terus menguat beberapa bulan terakhir.

Indeks Harga Saham Gabungan di pasar modal AS di tutup dengan memecahkan rekor tertinggi setelah Bank Sentral AS mengisyaratkan akan kembali mengambil langkah kebijakan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones ditutup 1,1% lebih tinggi di 15.460,92 dan sementara indeks S&P 500 juga naik 1,3% hingga mencapai titik harga saham baru di 1.675,02.

Kedua indeks mampu melewati catatan rekor harga saham tertinggi yang sebelumnya terjadi bulan Mei lalu.

Para Investor kini memusatkan perhatian pada langkah bank Sentral AS (Fed) apakah lembaga berpengaruh itu akan menghentikan atau melanjutkan program pembelian obligasinya.

Kepala Fed, Ben Bernanke dalam sejumlah komentar sebelumnya mengisyaratkan bahwa kebijakan itu mungkin akan dihentikan.

Namun pada Rabu (10/07) Bernanke mengubah posisinya dengan mengatakan sebuah kebijakan yang "sangat akomodatif" dibutuhkan dalam waktu dekat ini.

'Sangat bertenaga'

Sejak akhir tahun lalu tiap bulan Fed membeli $85 miliar (Rp85 triliun) dalam bentuk obligasi negara.

Dengan pembelian ini maka tingkat bunga tetap terjaga rendah, sehingga diharapkan mampu mendorong makin banyak warga AS yang mau membeli rumah dan mobil, dan pada akhirnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Investor mengkhawatirkan jika kebijakan ini dihentikan Fed, maka tingkat bunga akan kembali naik.

"(Situasi ini) sangat bertenaga mendorong kinerja saham"

Alec Young

"The Fed sudah memperjelas kalau lembaga itu tidak akan buru-buru mengubah kebijakan," kata Alec Young, seolah analis tentang saham global di lembaga investasi S&P Capital IQ.

"(Situasi ini) sangat bertenaga mendorong kinerja saham," tambahnya.

Indeks Nasdaq juga naik 1,4% pada Kamis (11/07) dan ditutup 3.578,30, level tertingginya sepanjang hampir 13 tahun.

Microsoft adalah salah satu emiten dengan nilai lonjakan terbesar pada perdagangan hari itu, dengan harga saham melonjak 2,8%.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.