Pengaruh jam tidur pada otak anak

  • 9 Juli 2013
Anak tidur
Jadwal tidur anak-anak yang teratur menambah kemampuan otak mereka.

Anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur malam dan tidak teratur dapat mempengaruhi kinerja otak mereka, menurut sebuah penelitian.

Penemuan mengenai kebiasaan tidur dan kemampuan otak anak-anak ini berasal dari studi di Inggris yang melibatkan lebih dari 11.000 anak-anak berusia tujuh tahun.

Anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tidur yang teratur atau yang tidur diatas jam 21.00 memiliki skor yang rendah dalam membaca dan matematika.

Kurang tidur kemungkinan akan menganggu ritme tubuh dan menghambat otak untuk mempelajari informasi baru, seperti yang ditulis dalam penelitian tersebut.

Mereka mengumpulkan data dari anak-anak berusia tiga, lima dan tujuh untuk mengetahui bagaimana kemampuan mereka mempelajari sesuatu dan apakah ini kemungkinan akan berkaitan dengan kebiasaan tidur mereka.

Kebiasaan tidur yang tidak teratur banyak terjadi pada anak-anak, sekitar satu dari lima anak-anak memiliki jam tidur yang bervariasi.

Pada usia tujuh tahun, lebih dari setengah anak-anak memiliki jam tidur yang regular antara 19.30 dan 20.30.

Secara keseluruhan, anak-anak yang tidak pernah kebiasaan tidur yang teratur memiliki skor yang lebih rendah dalam tes membaca, matematika dan kepedulian disekitarnya.

Dampak dari kebiasaan tidur ini tampak lebih nyata pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.

Jadwal teratur

Para penelitian yang dipimpin oleh Prof Amanda Sacker University College London, mengatakan anak-anak dengan jadwal tidur yang tidak teratur merefleksikan keadaan keluarga yang kacau. Jadwal tidur yang tidak teratur itu berdampak pada kemampuan kongnitif anak.

"Kami berupaya untuk menghitung kondisi tersebut," kata Prof Sacker.

Anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur malam dan tidak teratur berasal dari latar belakang sosial yang lemah dan sedikit tampaknya membaca sampai tengah malam, dan secara umum menonton televisi yang biasanya ada di kamar mereka.

Setelah mengamati sejumlah faktor tersebut, kaitan antara kemampuan mental yang buruk dan jadwal tidur yang tidak teratur pun muncul.

Penemuan itu dipublikasikan dalam jurnal epidemologi dan kesehatan komunitas.

Prof Sacker mengatakan "Jadwal yang teratur tampaknya penting bagi anak-anak.

"Membuat anak agar memiliki jadwal teratur sedini mungkin merupakan yang terbaik, dan itu tidak pernah terlambat untuk dilakukan."