Aksi mogok sehari para guru di Inggris

  • 27 Juni 2013
Sekolah di Inggris
Aksi mogok guru direncanakan akan ditempuh lagi selepas liburan musim panas.

Lebih dari 2.700 sekolah di kawasan barat laut Inggris terkena dampak aksi mogok sehari oleh para guru yang berlangsung Kamis 27 Juni.

Dua serikat guru, NUT dan NASUWT, mengatakan 2.765 sekolah di 22 daerah pemerintah lokal akan terkena dampaknya.

Departemen Pendidikan mengatakan aksi mogok tersebut mengecewakan dan akan merusak reputasi profesi guru.

Juru bicara Departemen Pendidikan Inggris mengatakan bahwa aksi mogok akan mempengaruhi pendidikan murid dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang tua dan merusak reputasi guru di mata masyarakat umum.

"Mengecewakan jika NUT dan NASUWT menentang langkah-langkah yang memungkinkan arah untuk membayar guru lebih besar. Kami sudah bertemu secara rutin dengan NUT dan NASUWT untuk membahas keprihatinan mereka dan akan meneruskannya," tulis pernyataan juru bicara tersebut.

Aksi mogok antara lain berlangsung di Blackpool, Bolton, Bury, Cheshire East, maupun Liverpool, Manchester, Oldham, dan tempat-tempat lainnya.

Tuduhan serangan pemerintah

Para guru yang mogok memprotes penerapan penentuan gaji berdasarkan kinerja, perubahan pensiun guru dengan sumbangan untuk pensiun yang lebih besar, serta masa pensiun yang lebih lama dan peningkatan beban kerja.

Rencananya masih akan digelar lagi aksi mogok setelah liburan musim panas dan satu lagi secara nasional di Igggris dan Wales sebelum Natal.

Bulan Maret lalu, Menteri Pendidikan Michael Gove, sudah menulis surat kepada kedua serikat guru bahwa dia siap untuk bertemu guna membahas perbedaan yang mereka hadapi.

Akan tetapi Gove menegaskan bahwa 'arah dari perjalanan' untuk isu-isu utama sudah ditetapkan.

Bagaimanapun Sekretaris Jendera NASUWT, Chris Keates, berpendapat bahwa pemerintah koalisi Inggris saat ini melancarkan serangan kejam atas gaji guru, penisun, dan kondisi pelayanan.

"Untuk mengesahkan serangan itu dan reformasi pendidikan, menteri berupaya dalam memperburuk guru-guru dan memunculkan gambaran bahwa sistem pedidikan tidak berjalan."

Sebagai akibat dari upaya pemerintah itu, tambah Keates, pendidikan di Inggris kini berada dalam krisis.