Guru di Inggris merasa tidak puas

  • 26 Juni 2013
guru
Survei NASUWT menyebut banyak guru yang ingin berhenti mengajar.

Guru di Inggris mengaku semakin tidak puas dan banyak yang mempertimbangkan untuk berhenti, demikian sebuah survei yang dilakukan serikat guru.

Survei ini diikuti oleh sekitar 14.847 anggota serikat guru NASUWT.

Survei ini menyebut reformasi pemerintah terkait gaji dan pensiun, beban kerja yang berat dan inspeksi sekolah menjadi sumber kekhawatiran.

Dalam perubahan peraturan pemerintah yang akan dimulai musim gugur nanti di Inggris dan Wales, gaji guru akan dinilai berdasarkan penampilan di ruang kelas, dengan sekolah yang menentukan gaji ketimbang menggunakan kerangka kerja nasional.

Survei NASUWT menemukan bahwa lebih dari setengah responden (53%) merasakan tingkat kepuasan mereka semakin turun dalam setahun terakhir.

Hampir dua pertiga (65%) mempertimbangkan untuk keluar, sementara 54% mempertimbangkan untuk berhenti total.

Empat kekhawatiran teratas guru di Inggris terkait pekerjaannya adalah beban kerja (78%), diikuti dengan perubahan pensiun (51%), gaji (45%) dan inspeksi sekolah (41%).

Kebebasan sekolah

Chris Keates, sekretaris jenderal NASUWT mengatakan tiga tahun ''serangan tanpa belas kasih'' ke para guru oleh pemerintahan koalisi telah menyebabkan profesi ini dalam krisis.

"Tidak mengherankan bahwa lebih dari setengah guru mempertimbangkan untuk berhenti mengajar sama sekali.''

Tetapi seorang juru bicara Departemen Pendidikan mengatakan, justru saat ini lebih banyak lulusan terbaik dan profesional yang ingin menjadi guru dan tingkat lowongan guru berada pada titik terendah sejak 2005.

"Reformasi kami memberikan kebebasan bagi sekolah, menjamin kita memiliki sistem pendidikan yang cocok dengan yang terbaik di dunia, dan membuat kepala sekolah memberi bonus bagi guru terbaik, ini semestinya yang harus didukung oleh NUT dan NASUWT.''

Hasil survei ini mengemuka saat NASUWT dan serikat guru nasional lainnya NUT di barat laut Inggris berencana menggelar aksi mogok sehari, Kamis (27/06) besok.

Serikat kerja memperkirakan 2.765 sekolah di 22 otoritas di barat laut yang akan terimbas aksi mogok.

Berita terkait