Bursa saham Cina anjlok ke titik terendah

  • 25 Juni 2013
Yuan
Bank sentral Cina sudah memberi indikasi bahwa era kredit murah telah berakhir

Saham-saham di Cina mencapai titik terendah dalam waktu empat tahun belakangan pada Selasa 25 Juni di tengah kekhawatiran akan kebijakan pengetatan kredit dari pemerintah.

Indeks saham gabungan Shanghai, SSE, pada suatu saat turun sampai 5,8% sebelum pulih kembali dan ditutup dengan penurunan 0,3%.

Naiknya harga saham itu terjadi setelah bank sentral, Bank Rakyat Cina (PBOC), menegaskan bahwa mereka akan mengarahkan tingkat suku bungan pasar ke tingkat 'yang masuk akal'.

Pekan lalu bank sentral memberi indikasi bahwa era kredit murah telah berakhir, yang memicu melemahnya pasar global.

'Faktor musiman'

PBOC menuding bahwa penyebab turunnya saham di Cuna adalah peningkatan tajam suku bunga antar bank karena faktor musiman yang diperkirakan akan turun kembali.

Bagaimanapun kepemimpinan Cina tampaknya akan tetap memberlakukan kebijakan pengetatan kredit.

Harian Rakyat Cina -yang dianggap sebagai corong pemerintah- menulis komentar pada terbitan Selasa bahwa bank sentral dan otoritas surat-surat berharga bukan lah perawat dari bursa saham.

Anjloknya harga saham Cina pada awal Selasa merupakan yang terburuk sejak Januari 2009, ketika SSE turun sampai 1.900 poin.

Penurunan drastis terbaru ini berarti bahwa indeks gabungan Shanghai turun lebih dari 20% jika dibandingkan dengan indeks tertinggi yang dicapai pada bulan Februari.

Berita terkait