Harga rumah tak terjangkau di Inggris

  • 21 Juni 2013
rumah
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membeli rumah

<span >Lajang berusia 20-an di Inggris harus menabung 14 tahun sebelum bisa membeli rumah, kata Yayasan Amal Perumahan, Shelter.

Pasangan muda yang telah memiliki anak perlu menabung 12 tahun sebelum bisa mengumpulkan cukup dana untuk membayar uang muka.

Riset independen itu untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa periode menabung berbeda di setiap wilayah Inggris.

Riset itu berasumsi bahwa pembeli rumah harus membayar uang muka 20%.

Harga rumah termahal adalah di kota London.

Seseorang yang hidup melajang harus bekerja selama 29,5 tahun sebelum bisa membeli rumah secara tunai, sedangkan pasangan dengan anak butuh 20 tahun.

Tekanan kaum lajang

Lauren Pinney adalah guru berusia 29 tahun dari Brighton.

Ia dan suaminya Ivan tinggal di sebuah apartemen dan mereka ingin memiliki anak. Tetapi mereka tidak mampu membeli rumah.

"Saya pikir kami tidak akan mampu menabung cukup uang untuk membeli rumah," kata Pinney pada BBC.

"Sulit menabung ketika anda harus membayar uang sewa, jadi saya pikir hanya ada dua pilihan: tinggal di apartemen atau memulai keluarga."

"Kalau kami menginginkan anak, maka kami harus melupakan mimpi memiliki rumah."

Bahkan dengan uang muka 5%, yang bisa didapat melalui skema pemerintah Help to Buy, Lauren mengatakan rumah tetap tidak terjangkau.

"Apartemen dua kamar di Brighton harganya <span >£200,000, jadi uang muka 5% artinya kami harus memiliki £10,000, dan itu terlalu banyak," kata dia.

<span >Bersama suaminya yang bekerja sebagai tukang kebun, mereka memiliki penghasilan gabungan<span >£50,000 per tahun.

<span >"Meski bekerja keras dan menabung setiap bulan, orang muda saat ini menghadapi pilihan hidup yang sulit antara memulai keluarga atau membeli rumah sendiri," kata Campbell Rob, Direktur Eksekutif Shelter.

"Dan kaum lajang menghadapi tekanan untuk menemukan pasangan hidup atau tinggal dengan orang tua hingga usia 30an jika mereka ingin menabung cukup dana untuk uang muka."

Berita terkait