Universitas 'top' semakin eksklusif

  • 17 Juni 2013
university
Latar belakang sosial mahasiswa di berbagai universitas unggulan makin serupa.

Berbagai universitas 'top' di Inggris ternyata semakin eksklusif dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir.

Para mahasiswa yang berlajar di universitas ini kebanyakan berasal dari latar belakang sosial tertentu.

Laporan dengan judul 'Pendidikan Tinggi: Tantangan akses masuk yang adil' ini berfokus pada 24 universitas top yang disebut Russell Group dan dikenal sebagai universitas yang paling sulit untuk dimasuki.

Dilansir oleh lembaga yang mendukung mobilitas sosial di Inggris yaitu Social Mobility Commission, laporan ini mengatakan bahwa mahasiswa yang berasal dari sekolah negeri dan belajar di 24 universitas unggulan pada tahun ajaran 2011/2012 menurun dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Universitas yang tergabung di Russel Group memiliki fasilitas belajar dan penelitian yang dinilai paling baik di Inggris. Beberapa diantaranya yaitu University of Cambridge, University of Birmingham, dan Queen's University Belfast.

Universitas unggulan ini memang menambah hampir sebanyak 2.900 tempat bagi para mahasiswa, namun hampir separuh tempat itu diisi oleh mahasiswa yang berasal dari sekolah swasta yang lebih mahal.

Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah mahasiswa yang berasal dari sekolah negeri dan diterima di universitas unggulan terlihat berkurang. Satu alasan yang memungkinkan hal ini terjadi adalah karena para mahasiswa dengan nilai yang memenuhi syarat memilih tidak mendaftar pada universitas ini.

Baru-baru ini, universitas juga dinilai kurang memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kesempatan yang adil

Pimpinan lembaga tersebut, Alan Milburn, mengatakan berbeda dengan seluruh universitas yang pada tahun ajaran 2002/2003 dinilai cukup "representatif secara sosial," kini universitas-universitas yang unggulan ini lebih "eksklusif secara sosial."

Sementara itu, jumlah mahasiswa dengan latar belakang keluarga kurang beruntung juga turun sebanyak 0,9%.

Laporan ini merekomendasikan agar universitas membuat suatu target statistik yang jelas untuk bisa memperluas partisipasi siswa kurang mampu dalam dunia pendidikan.

Selain itu, mereka juga meminta universitas agar menawarkan beban biaya lebih rendah untuk murid dari sekolah negeri.

Milburn mengatakan: "Aksi saling tuding dimana universitas menyalahkan sekolah, sekolah menyalahkan orang tua dan semua orang pada akhirnya menyalahkan pemerintah harus dihentikan."

Menteri Universitas dan Ilmu Pengetahuan Inggris David Willetts mengatakan pendidikan di universitas seharusnya didasari oleh kemampuan para mahasiswa dan bukannya dari mana mereka berasal.

"Untuk menjamin bahwa kekuatiran finansial tidak mengurungkan niat belajar para mahasiswa, kami meningkatkan anggaran untuk membantu biaya hidup mereka, mengembangkan sistem pinjaman mahasiswa yang lebih progresif dan menambah bantuan bagi pelajar paruh waktu."

"Kami berkomitmen untuk mendukung mobilitas sosial dan senang bahwa tahun ini pendaftar universitas dari keluarga tidak mampu mencapai titik tertingginya."