Perusahaan teknologi minta transparansi

  • 12 Juni 2013
obama
Presiden Obama mendukung taktik pengawasan yang dilakukan AS.

Google, Facebook dan Microsoft meminta pemerintah Amerika Serikat untuk mengizinkan mereka mengungkap adanya permintaan data pengguna dengan alasan 'keamanan.'

Langkah tersebut diambil setelah serangkaian laporan yang mengklaim bahwa Amerika Serikat memiliki akses langsung kepada server di sembilan perusahaan teknologi terbesar Amerika Serikat, termasuk Google dan Apple.

Google mengatakan klaim tersebut tidak benar dan menambahkan bahwa aturan untuk menjaga rahasia terkait permintaan keamanan dari Amerika akan 'menyulut spekulasi'.

AS telah mengkonfirmasi keberadaan program pengawasan tersebut.

David Drummond dari Google menulis surat kepada Jaksa Agung AS dan meminta izin untuk menerbitkan "kumpulan nomor permintaan keamanan nasional, termasuk pengungkapan Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA) -dalam konteks dan ruang lingkup yang diberikan kepada kami."

"Nomor tersebut jelas akan menunjukkan bahwa kepatuhan kami dengan permintaan ini jauh dari klaim yang dituduhkan. Google tidak memiliki sesuatu yang disembunyikan," katanya dalam surat itu.

Microsoft menambahkan bahwa "transparansi soal kumpulan nomor dan ruang lingkup permintaan keamanan nasional, termasuk perintah FISA, akan membantu masyarakat memahami dan memperdebatkan isu-isu penting''.

Ted Ullyot, penasihat umum Facebook, mengatakan pemimpin di jejaring sosial ini ingin memberikan "gambaran yang lengkap dari permintaan pemerintah yang kami terima, dan bagaimana kita meresponnya".

Berita terkait