BBC navigation

Sanksi AS sasar mata uang Iran

Terbaru  4 Juni 2013 - 12:31 WIB
mata uang

AS ingin mata uang rial tidak berlaku di luar Iran

AS menerapkan sanksi baru atas Iran dengan menjadikan mata uang negara itu sebagai sasaran.

Sanksi itu bertujuan untuk menekan Teheran agar menghentikan program nuklir.

Tidak hanya itu, AS juga mengancam siapa pun yang memfasilitasi transaksi "signifikan" dengan mata uang rial atau memiliki uang rial dalam jumlah besar di luar Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan langkah itu akan memaksa banyak institusi Klik menolak penggunaan rial dan akan memperlemah mata uang tersebut.

Ini adalah pertama kalinya sanksi AS langsung menyasar mata uang Iran.

"Sanksi ini berpotensi melemahkan mata uang Iran menjadi lebih lemah lagi," kata pejabat AS itu.

"Gagasannya adalah menjadikan rial tidak berlaku di luar Iran."

Mata uang Iran mengalami Klik penurunan drastis atas dolar dalam dua tahun terakhir, akibat sanksi terhadap sejumlah sektor kunci Teheran.

Ini adalah sanksi kesembilan yang dijatuhkan pemerintahan Presiden Barack Obama atas Iran.

Sanksi paling akhir menghantam sektor otomotif Iran, salah satu kontributor kunci ekonomi negara itu.

AS juga melarang penjualan atau pengiriman barang dan jasa untuk digunakan dalam industri otomotif Iran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.