Sutradara klaim Saudi kini 'lebih toleran'

  • 19 Mei 2013
Film Wajda
Waad Mohammed dan sepeda impiannya dalam film Wajda karya al-Mansour.

Sutradara perempuan pertama Arab Saudi, Haifaa Al-Mansour, mengatakan kini negerinya sudah "lebih toleran dan dapat menerima" isu perempuan setelah kemenangannya dalam Festival Film Cannes sabtu (18/05) untuk filmnya "Wadjda".

Film besutan 2012 itu berkisah tentang seorang gadis muda Saudi yang bertekad memiliki sebuah sepeda sebagai bentuk perlawanan atas larangan perempuan menaiki sepeda. Film ini menyedot simpati penonton dan kritikus di Prancis, Jerman dan Swiss, yang menjadi lokasi pemutarannya.

Selama pembuatannya, film ini mengalami banyak hambatan, hampir seperti larangan bersepeda itu sendiri.

Di kawasan penduduk konservatif, warga menghalangi kegiatan pengambilan gambar, kadang kala Mansour juga hanya bisa menyutradarai dari balik kendaraan tertutup dengan bantuan alat komunikasi walkie-talkie, karena larangan muncul di depan publik saat bersamaan dengan pria asing yang bukan kerabat seperti aktor pria dan para kru pembuat filmnya.

Seementara meski disambut hangat dimana-mana, di Saudi sendiri film ini hanya bisa disaksikan melalui keping DVD atau televisi karena bioskop dilarang didirikan di negeri kerajaan itu.

Mansour menerima penghargaan untuk kategori pendatang baru terbaik, dimana ia mengklaim tekanan dari kubu konservatif di negeri tidak lebih kuat dari potensi masa depan perempuan di Saudi.

'Tak terhormat'

"(Kubu) konservatif secara umum, laki-laki dan perempuan, saya rasa yang mereka harapkan adalah agar perempuan membatasi keberadaannya secara pribadi, mereka mau perempuan (hanya) dalam cara tertentu, yang mereka pahami, yang membuat mereka merasa aman," tegasnya kepada kantor berita AFP.

Meski demikian ia juga yakin perubahan sudah mulai terjadi.

Anak perempuan di Saudi
Menurut Mansour masa depan anak perempuan di Arab Saudi 'menjanjikan'.

"Negara ini tidak seperti dulu lagi, semuanya konservatif, mulai ada ruang sekarang, untuk membawa seni dan hak perempuan serta isu perempuan, orang juga lebih toleran dan lebih dapat menerima. Mulai berubah."

Sementara aktris cilik Waad Mohammed, usia 10 tahun dan memainkan peran utama dalam film ini, tak mengalami gangguan setelah perannya yang mengundang decak kagum dan pujian.

Mohammed bahkan memenangkan gelar aktris terbaik dalam Festival film di Dubai.

"Dia tak menghadapi masalah apa pun. Kadang dia menelepon saya, 'Aku masuk TV!', (ada yang menanyakan) 'Kami minta komentar!'," tambah Mansour bangga.

"Arab Saudi benar-benar mulai terbuka dan berubah, mulai ada ruang untuk perempuan terutama perempuan muda, dan film ini juga sangat intim, tidak murahan. Mohammed sangat dikagumi, dia jadi bintang di sekolah, dan dia gembira sekali."

Mansour, 38 tahun adalah satu dari 12 anak yang dibesarkan oleh orangtua yang mendukung karirnya dalam film.

Padahal pilihan karir membuat film diejek oleh keluarga dan kerabat sebagai "tak terhormat".

Perempuan bersuamikan warga Amerika ini belajar sastra Inggris di Universitas Amerika di Cairo dan belajar membuat film di Universitas Sydney. Ia berencana membuat film berikutnya di Arab Saudi.

Berita terkait