Beasiswa untuk mengenang Margaret Thatcher

  • 14 Mei 2013
Margaret Thatcher
Margaret Thatcher merupakan perdana menteri perempuan Inggris yang pertama.

Universitas terkemuka dunia, Oxford, mengenang mendiang Margaret Thatcher dengan menyediakan bea siswa senilai US$153 juta.

Beasiswa yang diberi nama Margaret Thatcher Scholarship Trust itu ditujukan untuk mendidik para pemimpin masa depan.

Rencananya setiap tahun akan dipilih 10 penerima beasiswa dari seluruh dunia dengan prioritas para calon yang berasal dari latar belakang ekonomi bawah, seperti dilaporkan harian Inggris, Daily Telegraph.

Didukung oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dan mantan Presiden Amerika Serikat, George Bush Sr, beasiswa ini diharapkan bisa memberi peluang bagi kaum muda yang tidak mampu untuk menikmati pendidikan di Universitas Oxford, salah satu lembaga pendidikan Inggris kelas dunia.

Thatcher, yang mendapat julukan Wanita Besi, menjabat perdana menteri Inggris periode 1979-1990 dan meninggal dunia pada 8 April 2013 dalam usia 87 tahun.

Di masa pemerintahannya, dia dikenal dengan kepemimpinan yang tegas walau dia tidak populer di kalangan kelas pekerja Inggris karena dianggap terlalu berpihak kepada perusahaan-perusahaan besar.

Sekelompok orang bahkan sempat merayakan kematiannya sebagai ungkapan atas kemarahan mereka atas kebijakan Thatcher walau perayaan itu dikecam oleh politisi dan sebagian besar warga Inggris.

Salah seorang temannya, Charles Powell, mengatakan para pendukung dana bea siswa menempatkan Thatcher sebagai tokoh sejarah.

"Mereka melihatnya sebagai tokoh sejarah dan ingin memiliki kaitan dengan cara mengenang warisannya. Warisannya sampai ke luar politik, melebihi kesombongannya."

Lahir dari keluarga pemilik toko kelontong, Thatcher bersekolah di Somerville College, Universitas Oxford, sebelum terjun ke politik dan menjadi perdana menteri perempuan pertama di Inggris.