Pelaku serangan internet ditangkap

  • 27 April 2013

Polisi Spanyol menangkap seorang lelaki Belanda yang diduga sebagai pelaku penyerangan internet terbesar.

Pria berusia 35 tahun tersebut ditahan di Barcelona menyusul sebuah permintaan dari jaksa publik Belanda.

Dia dituduh menyerang banyak situs dengan

Serangan itu juga memperlambat alur data melalui jaringan terkait terdekat dan menyebabkan penyelidikan besar kepolisian.

Lelaki yang ditangkap itu diyakini bernama Sven Kamphuis, pemilik dan manajer perusahaan internet Cyberbunker yang sebelumnya telah dinyatakan terlibat dalam serangan.

Dalam sebuah pernyataan, kejaksaan Belanda mengatakan pria Belanda yang hanya diidentifikasi dengan inisial ''SK'' tersebut akan segera dideportasi ke Belanda. Pengungkapan kasus ini juga melibatkan otoritas Inggris dan Amerika.

Serangan DDos

"Spamhaus merasa senang dengan kabar bahwa ada orang yang ditangkap dan berterimakasih kepada polisi Belanda atas sumber daya yang mereka kerahkan untuk membuat ini terjadi dan atas kerjasama bersama kami,'' kata seorang juru bicara Spamhaus.

Server Spamhaus diserang dengan banyak data melalui sebuah teknik yang dikenal dengan istilah serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Upaya ini untuk memenuhi server situs dengan mengirim permintaan data lebih banyak dari yang bisa ditangani.

Serangan DDos biasa mencapai sekitar 50 gigabit setiap detik atau gbps. Dalam puncak serangan ke Spamhaus mencapai 300 gbps.

Cyberbunker diyakini mulai menyerang pada akhir Maret setelah Spamhaus memblokir mereka. Cyberbunker sendiri mengaku menyediakan semua layanan internet kecuali materi pornografi anak dan terorisme.