Miliuner divonis bersalah karena detektor bom palsu

  • 23 April 2013
james
Detektor palsu McCormick digunakan di pos-pos pemeriksaan Irak.

Miliuner Inggris James McCormick, 56, divonis bersalah atas tiga kasus penipuan karena menjual detektor bom palsu.

Alat bernama Advanced Detection Equipment dijual seharga US$40.000 (Rp378 juta) per unit di Irak, Georgia, Arab Saudi dan Nigeria.

McCormick, dari Langport, Somerset, mendapat pemasukan sebesar US$76 juta dari bisnis detektor palsu ini.

Ia memasarkan detektor itu ke militer, pemerintah, polisi dan bahkan PBB.

McCormick mengklaim bahwa detektor itu bisa melacak "semua bentuk penyamaran."

Namun jaksa Richard WHittam QC mengatakan "alat tersebut tidak berfungsi dan ia tahu hal itu."

Jaksa mengatakan alat itu tidak berfungsi dan tidak memiliki dasar keilmuan apa pun.

Irak menghabiskan uang $40 juta untuk membeli 6.000 alat pada 2008 dan 2010.

"Alat itu digunakan di berbagai pos pemeriksaan di Irak dalam periode tersebut. Jelas bahwa warga sipil dan personil militer berada dalam bahaya dengan mengandalkan alat itu," kata Detektif Inspektur Ed Heath dan Kepolisian Avon and Somerset, yang memimpin penyelidikan.

"McCormick menunjukkan ketidakpedulian pada keselamatan orang-orang yang menggunakan alat tersebut untuk keselamatan dan perlindungan mereka."

McCormick mendapat pembebasan bersyarat dan akan dijatuhi hukuman pada 2 Mei mendatang.