Angka tenaga kerja di sektor permainan meningkat

  • 19 Maret 2013
tablet
Perkembangan tablet mendorong peningkatan tenaga kerja dan investasi video game.

Sebuah laporan terbaru dari asosiasi industri permainan, Tiga, menyatakan angka tenaga kerja dan investasi di sektor ini di Inggris meningkat.

Pada akhir tahun 2012 ada lebih dari 118 studio dan 336 pekerja kreatif di industri permainan meningkat dari tahun sebelumnya.

Ratusan studio pengembang permainan ini juga meningkatkan investasinya menjadi £427 juta.

Peningkatan angka tenaga kerja ini merupakan kabar positif di industri ini setelah tiga tahun sebelumnya mengalami penurunan.

Tiga mengatakan peningkatan ini didorong oleh melonjaknya penggunaan telepon pintar dan tablet.

"Sektor ini berkembang didorong oleh tiga faktor,'' kata kepala eksekutif Tiga Richard Wilson.

"Pertama, peningkatan penggunaan telepon seluler dan tablet telah menciptakan pasar berkembang untuk permainan, studio berupaya untuk memenuhi permintaan di sektor ini. Kedua, penutupan studio permainan konsol tradisional diikuti dengan meledaknya perusahaan-perusahaan kecil di sektor ini.''

"Ketiga, munculnya keringanan pajak pada sektor permianan yang berperan penting dalam merangsang pertumbuhan.''

Keringanan pajak

Keringangan pajak permainan dimasukkan dalam anggaran Maret 2012 dan mulai berlaku di bulan berikutnya.

Skema yang sama juga berlaku bagi industri film Inggris dan akan berlangsung hingga 2015.

Dalam skema ini, perusahaan dengan anggaran kurang dari £20 juta bisa mengajukan keringanan pajak sebesar 25%.

Riset yang dilakukan Tiga juga menemukan bahwa di tahun 2012 sektor permainan memberi kontribusi sebesar £947 juta bagi produk domestik bruto Inggris, meningkat £35 juta dalam hitungan tahun ke tahun.

Bagaimanapun Wilson juga memperingatkan tentang kerentanan dari banyaknya perusahaan pemula, menunjukkan angka 21% perusahaan kecil yang didirikan tahun 2010 tidak bisa selamat.

"Tantangan kita sekarang adalah membangun pengembangan permainan independen berkelanjutan dan bisnis digital,'' kata Wilson.

Berita terkait