Lion Air beli 234 pesawat dari Airbus

  • 18 Maret 2013
Rusdi Kirana
Rusdi Kirana (kiri), direktur Lion Air, menandatangani kesepakatan pembelian 234 jet Airbus.

Prancis mengumumkan bahwa maskapai penerbangan berbiaya murah Indonesia, Lion Air, memecahkan rekor dengan memesan 234 pesawat jet penumpang dari Airbus.

Kantor kepresidenan Prancis mengatakan pada Senin (18/03) bahwa perjanjian dengan Lion Air, yang bernilai US$23,8 miliar, adalah yang terbesar dalam sejarah Airbus.

Berdasarkan kesepakatan ini Airbus akan memasok jet A320 dan A321 yang banyak dimanfaatkan di jalur-jalur menengah.

Lion Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan makin besar pasar penerbangan di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

Maskapai ini didirikan pada 1999 dengan modal satu pesawat.

Lion Air saat ini mengoperasikan 92 pesawat, 91 di antaranya buatan Boeing dan satu lagi buatan McDonnell Douglas.

Perlu ratusan pesawat

Lion Air melayani 72 tujuan, sebagian besar di Indonesia, selain juga terbang ke Arab Saudi.

Sebelum memesan pesawat jet buatan Airbus, Lion Air membeli 230 Boejing 737 senilai US$22,4 miliar pada 2011.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, hadir langsung dalam penandatanganan kerja sama dengan Boeing tersebut.

Ekspansi Lion Air, menurut para pengamat, didukung oleh situasi pasar penerbangan domestik dan regional.

"Mereka melihat naiknya permintaan di pasar di dalam negeri," kata Brendan Sobie dari Pusat Penerbangan Asia Pasifik di Singapura, seperti dikutip kantor berita AFP.

"Bila melihat proyeksi pertumbuhan di Indonesia, Lion Air butuh beberapa ratus pesawat, dengan catatan pertumbuhan pasar penerbangan bisa dipertahankan," kata Sobie.

Berita terkait