BBC navigation

Helm untuk 'mencegah gegar otak'

Terbaru  4 Maret 2013 - 15:24 WIB
Linus Nara Pradhana

Linus Nara Pradhana dalam lomba Indonesian Science Olympiad dengan helm impact.

Seorang siswa SMP mengembangkan helm untuk mencegah gegar otak dengan menggunakan sistem pendingin pada bantalan helm.

Linus Nara Pradhana, siswa kelas dua SMP di Surabaya mengatakan dari penelitian yang ia lakukan, helm ini secara otomatis mengeluarkan suhu dingin saat terjadi benturan.

"Dengan menggunakan serbuk kimia, helm ini akan secara otomatis mengeluarkan suhu dingin sampai 11,5 drajat Celcius dan berfungsi sebagai pengompres kepala,” kata Nara dengan karya yang mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad akhir Februari lalu

Namun serbuk kimia yang menjadi bahan pendingin ini masih rahasia, kata Nara, karena akan dipatenkan terlebih dahulu.

Campuran bahan kimia ini diletakkan di bantalan pelindung helm.

"Waktu terjadi benturan bantalan langsung dingin dan dapat digunakan untuk mengompres kepala agar jangan sampai suhu naik," kata siswa kelas dua SMP di Surabaya ini.

"Saya menggunakan energi kinetik untuk menghitung kekuatan benturan," tambahnya.

Helm untuk mencegah gegar otak ini merupakan karya terbaru Nara menyusul helm berpelapis gel yang mengantarnya mendapatkan medali emas dalam lomba inventor muda internasional di Thailand tahun lalu.

Kenyamanan dan keselamatan

"Dengan menggunakan serbuk kimia, helm ini akan secara otomatis mengeluarkan suhu dingin sampai 11,5 drajat Celcius dan berfungsi sebagai pengompres kepala"

Nara

"Riset untuk helm berpendingin ini sejak saya kelas 5 SD, jadi sekitar empat tahun dari nol sampai sekarang siap diproduksi dan dipasarkan."

Helm berpendingin saat ini tengah diproduksi oleh satu perusahaan helm di Surabaya dan mulai dipasarkan bulan April mendatang.

Helm untuk gel coated, pengalaman pribadi karena tiap hari pulang pergi sekolah di antar motor. Pulang seolah jam satu macet, panasnya bias dibayangkan bagaimana. Dari situ nara kepikiran, buat helm dengan pendingin.

Nursita Lestarini, manajer operasional dari perusahaan Sentral Bahana Ekatama, Surabaya yang tengah memproduksi helm ini mengatakan mereka memilih helm Nara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami melhat karya anak bangsa, Nara ini inovatif untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat...Apalagi terkadang suhu udara bisa sampai 40 drajat pada musim kemarau," kata Nursita.

"Kami pernah melakukan uji coba di jalan. Pada saat itu musim kemarau, suhu tertinggi saat itu 43 drajat Celsius. Saat itu suhu di dalam helm sekita 35 drajat, jadi ada penurunan sekitar delapan drajat Celsius, dan ini cukup signifikan."

Pelapis gel yang digunakan ini menggunakan sodium polyarcylate bahan yang digunakan pada popok bayi.

Nara mengatakan gel yang digunakan dalam pelapis helm ini nantinya dapat diisi ulang.

"Kalau masalah waktu saya hanya mengerjakan proyek ini saat waktu senggang atu saat jadi liburan jadi tidak mengganggu jadwal sekolah," kata Nara.

"Kedepannya, saya masih ingin menciptakan hal- hal baru yang dapat meringankan pekerjaan orang lain karena itu memang adalah tujuan setiap inventor yaitu dapat menciptakan alat yang dapat membantu tugas orang lain dan dirinya sendiri."

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.