Teknologi holograf dapat ringankan tugas pemadam kebakaran

  • 1 Maret 2013
pemadam kebakaran
Lensa kamera infra-merah dapat dibutakan oleh api besar, kata peneliti

Holografi infra-merah dapat memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan pencitraan kamera yang saat ini digunakan untuk mencari orang yang terperangkap di dalam bangunan yang terbakar, kata para peneliti di Italia.

Mereka telah membangun sistem pencitraan yang menggunakan laser infra-merah untuk menembus awan tebal dan api.

Sinar itu merefleksikan obyek apa saja, termasuk manusia, di dalam area tersebut.

Data itu akan diurai oleh sebuah piranti pencitra untuk membentuk model 3D dari semua isi ruangan.

Monitor kamera infra-merah (IR) yang sekarang digunakan oleh pemadam kebakaran membutuhkan lensa yang dapat dibutakan oleh api besar, kata peneliti Pietro Ferraro dari Consiglio Nazionale delle Richerche (CNR) Istituto Nazionale di Ottica di Italia.

holograf
Seorang pria berdiri di belakang api dilihat melalui sistem pencitraan tradisional (kiri) dan melalui holograf (kanan)

"Kamera IR tidak bisa 'melihat' obyek atau manusia di belakang api karena memerlukan lensa zoom yang berkonsentrasi pada cahaya di sensor untuk membentuk gambar," kata dia.

"Hal itu menjadi jelas bagi kami bahwa kami memiliki teknologi yang bisa digunakan oleh petugas respon darurat dan pemadam kebakaran di lokasi kebakaran untuk melihat menembus asap tanpa dibutakan oleh api, yang menjadi keterbatasan teknologi saat ini."

Ferraro menambahkan bahwa korban kebakaran yang bergerak juga dapat dideteksi oleh sistem ini.

"Mungkin yang paling penting adalah, kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa rekaman holograf dari manusia hidup dapat dilakukan meskipun tubuhnya bergerak."

Aplikasi potensial lain termasuk memantau aktivitas pernafasan dan jantung, kata Ferraro, tapi tahap berikutnya bagi para peneliti adalah membuat teknologi ini lebih portabel.

Riset ini telah dipublikasikan di jurnal Optics Express.