Pabrikan telepon Cina gempur dominasi Apple-Samsung

  • 24 Februari 2013
Huawei
Huawei, HTC dan Lenovo berupaya merebut pasar yang kini dikuasai Samsung dan Apple.

Pembuat telepon genggam asal Cina akan jadi penantang terbesar penuasa pasar telepon pintar dunia yang kini dipegang oleh pabrikan asal Korea Selatan, Samsung serta raksasa teknologi canggih, Apple di ajang pameran teknologi telepon genggam terbsar dunia yang akan dimulai Senin (25/2) di Barcelona, Spanyol.

Pabrikan telepon genggam asal Cina seperti Huawei, ZTE dan Lenovo rata-rata menawarkan telepon pintar dengan layar besar, model canggih, teknologi terdepan serta haraga murah. Di arena Kongres Telepon Dunia Barcelona ini, misi mereka adalah membabat dominasi Samsung dan Apple, penguasa pasar yang digelari pengamat sebagai 'duopoli' saking besarnya pangsa pasar yang mereka kuasai.

Apple seperti biasa memilih tak muncul dalam ajang sejenis yang tahun ini digelar antara 25-28 Februari yang menyedot perhatian 1.500 peserta pameran. Samsung diperkirakan tidak akan mengumumkan produk terbaru mereka, Galaxy S4, sampai beberapa saat terakhir setelah pameran akbar ini.

Situasi ini menurut pengamat akan dimanfaatkan para pesaing untuk meraih sebagian pangsa pasar bagi produk mereka, yang diperkirakan tahun ini akan tumbuh menjadi satu miliar pengiriman telepon genggam seperti diramalkan oleh konsultan global, Deloitte.

"Saya kira kita akan lihat bagaimana para kompetitor akan berupaya mendapat perhatian di arena Kongres Dunia Telepon tahun ini," kata Ian Fogg, analis industri telepon genggam asal pusat riset IHS di London.

Kuncinya 'soal harga'

Samsung dan Apple menguasai elbih dari separuh pasar telepon pintar dunia pada penjualan kuartal keempat tahun 2012, atau masing-masing 29 persen untuk Samsung dan 22 persen untuk Apple menurut catatan sebuah lembaga riset, Strategy Analytics.

Posisi pabrikan asal Cina ada di belakang dua raksasa ini, 5, 3 persen pasar dikuasai Huawei, 4,7 persen dimiliki ZTE dan 4,4 persen dikendalikan Lenovo.

Besarnya pasar untuk telepon genggam di negara berkembang bisa jadi peluang besar buat pabrikan asal Cina ini kata Magnus Rehle, analis senior bidang telekomunikasi dari lembaga konsultan Greenwich Consulting.

"Ratusan juta warga Afrika dan India serta Asia berharap punya telepon pintar dan sejauh ini penghalangnya adalah harga," kata Rehle kepada kantor berita AFP.

Sementara yang jadi salah satu daya tarik utama produk asal Cina adalah harga telepon pintar yang lebih murah, kata Rehle.

"Saya kira (pabrikan Cina) akan cukup sukses merebut pasar baru di luar pangsa Eropa dan AS, dan disitulah titik pertumbuhan sekarang ini," tambah Rehle.

Berita terkait