Mahasiswa gugat universitas Oxford

  • 15 Februari 2013
Damien Shannon
Damien Shannon diminta membuktikan mempunyai uang untuk biaya hidup sehari-hari.

Seorang calon mahasiswa S2 menggugat universitas di Oxford ke pengadilan dengan alasan diskriminasi setelah pendaftaran ditolak.

Damien Shannon ditolak masuk ke St Hugh's College, bagian dari Universitas Oxford, karena dia tidak bisa membuktikan bahwa dia memiliki uang lebih dari £21.000 atau sekitar Rp314 juta.

Uang sebesar itu diperlukan untuk membayar sumbangan pendidikan dan biaya hidup sehari-hari selama satu tahun kuliah.

Damien Shannon berpendapat persyaratan itu tidak adil.

"Pihak universitas bertindak dengan cara yang tidak sesuai dengan hak asasi manusia dengan mengambil keputusan yang secara tidak adil membatasi hak atas akses pendidikan," kata Shannon, 26.

Hal yang dipersoalkan Shannon adalah persyaratan bahwa calon mahasiswa harus mempunyai uang atau akses ke dana yang dibutuhkan untuk membayar biaya hidup sehari-hari selama satu tahun.

Dia menuturkan telah mendapat pinjaman untuk membayar sumbangan pendidikan tetapi dia tidak bisa membuktikan bahwa dia mempunyai dana tambahan sebesar £12.900 untuk biaya hidup.

Oleh karena itu, lanjut Shannon, universitas membatalkan tawaran awal bahwa dia diterima.

St Hugh's College menegaskan lembaga pendidikan tersebut perlu memastikan semua calon mahasiswa mampu merampungkan studi mereka tanpa menghadapi kesulitan ekonomi.