Boeing minta izin tes terbang untuk uji baterai

  • 5 Februari 2013
Boeing 787
Seluruh pesawat jenis Boeing 787 dilarang terbang seiring dilakukannya penyelidikan.

Boeing meminta izin dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA) untuk melakukan tes terbang pada pesawat 787 Dreamliner-nya yang bermasalah.

Seluruh pesawat jenis super besar ini, berjumlah 50 buah, dilarang terbang bulan lalu karena munculnya masalah pada baterai pada pesawat itu.

Baterai pada pesawat 787 Japan Airlines terbakar sementara pada maskapai All Nippon Airways baterainya memaksa pesawat mendarat darurat.

Uji terbang ini menurut pengamat menunjukkan Boeing sudah menemukan kemungkinan pokok masalahnya.

Peter Conte, juru bicara Boeing, mengatakan pada BBC bahwa permintaan untuk uji terbang ini kini "tengah dibahas" FAA.

'Tak ada kesalahan'

Pengamat Chris de Lavigne dari perusahaan konsultasi Frost & Sullivan menduga izin akan diberikan pada perusahaan pembuat pesawat itu.

"Jelas indikasinya kalau Boeing sudah menemukan masalahnya dan mungkin sudah mendapatkan solusinya sekaligus," kata De Lavigne.

"Langkah logis berikutnya adalah melakukan tes terbang dan membuktikan apakah solusinya berhasil."

Indiden yang terjadi pada pesawat Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) telah mendorong pihak berwenang di AS dan Jepang untuk menyelenggarakan penyelidikan untuk mengetahui apa penyebab masalah baterai ini.

Namun menurut temuan Jepang, Menteri Transportasi setempat menyebut tak ditemukan kesalahan apapun pada baterainya.

Pada saat bersamaan Boeing juga menggelar penyelidikan internal juga mengaku tak ada yangs alah dengan sumber catu daya pesawatnya.

"Hasil investigasi tak menunjukkan kami telah memilih teknologi pengembangan baterai yang salah," kata Jim McNerney, Direktur Boeing pekan lalu.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pesawat-pesawat itu akan tetap menjalani sanksi larangan terbang (grounded) seterusnya. Sementara Boeing menjadwal ulang pengiriman sejumlah pesawat Dreamliner yang sudah jadi karena masalah ini. Beoing menerima sekitar 800 pesanan untuk membuat pesawat ini.

Berita terkait