BBC navigation

Keripik 'Virgin Mary' ditarik dari peredaran

Terbaru  3 Februari 2013 - 11:38 WIB
pret a manger

Pret A Manger meminta maaf ke umat Katolik untuk produk keripiknya.

Toko khusus roti lapis atau sandwich Pret A Manger menarik produk baru mereka yang diberi nama ''Virgin Mary'' setelah mendapat protes dari kelompok agama.

Perusahaan yang memiliki sekitar 350 toko di Inggris ini sebelumnya meluncurkan''Virgin Mary'' keripik tomat pedas - berdasarkan minuman non alkohol Bloody Mary - pekan lalu.

Tetapi produk ini justru memicu protes terutama dari kelompok Katolik yang menganggap hal tersebut menghina ibu Yesus.

Seorang juru bicara restoran mengatakan telah menerima protes dan menarik protes tersebut.

"Tidak perlu menunggu banyak protes,'' katanya. ''Perasaan kuat dibelakang mereka (kelompok agama) yang lebih penting.''

Dia menambahkan: ''Demi rasa tertentu keripik, kami tidak ingin menyinggung siapapun.''

Dalam jawaban atas protes, perusahaan ini menyatakan: ''Kami meminta maaf yang sangat mendalam bahwa nama keripik yang kami pilih telah menyinggung anda. Itu bukan tujuan kami.''

"Setelah menerima sejumlah komentar yang sama dengan anda, Clive (CEO Pret) menerima saran anda dan memutuskan untuk menarik semua keripik itu dari toko kami.''

''Kami akan mendonasikan semua keripik yang tidak terjual ke yayasan amal tuna wisma yang kami dukung di penjuru negeri.''

Ditambahkan: ''Kami mendengarkan dan kami mencoba untuk bereaksi dengan cepat.''

Protes Katolik

Pendeta Nick Donnelly, diaken Diocese of Lancaster dan penulis situs Protect the Pope, merupakan salah satu pihak yang memprotes Pret A Manger.

Menyusul penarikan keripik tersebut, dia menulis dalam situs Protect the Pope: ''Clive Schlee dan Pret A Manger layak mendapatkan ucapan terimakasih kami karena mendengarkan kepedulian kami sebagai warga Katolik dan bertindak dengan cepat untuk menarik produk keripik tersebut.''

"Sepertinya cocok bahwa Pret A Manger berencana memberikan semua keripik yang tidak terjual ke tuna wisma.''

Dia menambahkan: ''Satu hal yang kita harus pikirkan adalah insiden ini membawa ke posisi bagaimana kita membela keyakinan kita di masa depan.''

"Kami menjadi pasif terlalu lama dalam menghadapi ejekan terhadap keyakinan kami dan diskriminasi terhadap kami sebagai Katolik.''

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.