Apple dan Samsung bersaing sengit di pasar tablet

  • 1 Februari 2013
Samsung dan Apple menguasai pasar komputer tablet dunia.

Samsung berhasil menggandakan keuntungan dalam pasar Tablet PC di tiga bulan terakhir tahun 2012, demikian hasil survei perusahaan riset IDC.

Samsung, dengan tablet andalannya, Galaxy, terjual 7,9 juta unit, naik dari 2,2 juta unit setahun lalu, membuat perusahaan asal Korea ini meraih 15,1% pangsa pasar tablet.

Apple masih menjadi pemimpin pangsa pasar tablet meski penjualan iPad turun menjadi 43,6% dari sebelumnya 51,7%.

Persaingan dua perusahaan ini untuk mendapatkan pangsa pasar tablet PC berperan dalam pertumbuhan tablet secara keseluruhan.

Penjualan tablet global mencapai 75% di kuartal akhir 2012 dengan rekor 52,5 juta unit.

"Kami memperkirakan kuartal yang kuat, dan pasar tidak mengecewakan,'' kata Tom Mainelli, direktur peneliti tablet di IDC.

"Peluncuran produk baru dari produsen top, termasuk pendatang baru Microsoft, membawa peningkatan dalam ketertarikan pelanggan dan penjualan yang kuat selama musim liburan.''

Angka penjualan tablet ini berbanding terbalik dengan pasar komputer tradisional, yang mengalami penurunan dalam kuartal terakhir 2012 untuk pertama kalinya dalam lima tahun lebih.

Pertumbuhan persaingan

Pasar tablet PC diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Sejumlah perusahaan telah meluncurkan beragam macam tablet dalam sebuah upaya untuk meraih keuntungan di sektor yang tengah naik ini.

Diantara tablet baru yang diluncurkan adalah Surface milik Microsoft, dengan sistem Windows 8, pada akhir tahun lalu.

Tetapi menurut IDC, respon terhadap Surface tidak terlalu bagus. Microsoft hanya menjual 900.000 unit di tiga bulan akhir tahun 2012.

IDC mengatakan bahwa harga yang mahal membuat konsumen enggan membeli produk Microsoft tersebut.

Bagaimanapun, IDC tetap menyebut perusahaan ini masih akan menjadi pemain penting di sektor tablet dalam jangka panjang.

"Tidak ada pertanyaan bahwa Microsoft ikut dalam adu balap tablet untuk masa panjang,'' kata Ryan Reith, manajer program di IDC.