Mahasiswa asing diminta dikecualikan dari pembatasan imigrasi

  • 31 Januari 2013
Mahasis di Inggris
Jumlah mahasiswa asing yang datang ke Inggris menurun walau terjadi peningkatan dari Cina.

Lima Ketua Komite Parlemen Inggris mendesak pemerintah agar mengecualikan jumlah mahasiswa asing dari pembatasan imigrasi.

Mereka meminta Perdana Menteri David Cameron untuk menempuh 'rekonsiliasi' antara pembatasan yang ketat dan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi.

"Mahasiswa internasional yang belajar di Inggris juga membangun hubungan yang berlangsung lama, memberikan landasan bagi peluang bisnis masa depan di negara-negara perekonomian baru, dan mendukung tujuan kebijakan luar negeri kita," seperti tertulis dalam surat lima ketua komite parlemen itu.

Jumlah pendatang ke Inggris tahun lalu turun dan sebagian besar disebabkan oleh turunnya jumlah mahasiswa asing di Inggris.

Kantor Statistik Nasional mengatakan jumlah mahasiswa asing berkurang walau terjadi peningkatan mahasiswa asal Cina, yang merupakan pasar asing terbesar bagi pendidikan tinggi Inggris.

Hari ini, Kamis 31 Januari, Majelis Tinggi parlemen akan membahas dampak dari kebijakan imigrasi terhadap pendidikan tinggi Inggris.

Syarat diperketat

Permohonan visa
Pemerintah Inggris menetapkan batas jumlah orang yang datang ke Inggris dan yang ke luar.

Pemerintah koalisi Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat sudah menegaskan untuk memberantas penyalahgunaan sistem imigrasi.

Upaya itu ditempuh dengan menetapkan pembatasan jumlah imigrasi, yang merupakan keseimbangan antara orang yang datang ke Inggris untuk jangka waktu panjang dengan jumlah orang yang ke luar.

Mulai tahun lalu, semua lembaga yang ingin mensponsori visa bagi mahasiswa yang bukan berasal dari Uni Eropa harus mendapat kategori 'amat dipercaya'.

Para pemohon visa juga harus berbicara Bahasa Inggris dengan standar tinggi sementara izin kerja pascakuliah sudah ditiadakan kecuali mahasiswa asing mendapat tawaran berkerja di perusahaan dengan ketrampilan tinggi setelah tamat.

Para penentang berpendapat kebijakan pembatasan imigrasi menganggu pertumbuhan ekonomi karena mencegah pergerakan mahasiswa ke Inggris, yang bisa berpengaruh pada keunggulan universitas Inggris.

Berita terkait