BBC navigation

Banyak warga Portugal tinggalkan negaranya

Terbaru  27 Januari 2013 - 14:22 WIB
pesawat_portugal

Kalangan muda dan berpendidikan tinggi di Portugal memilih untuk mencari kehidupan lebih baik di luar negeri.

Pejabat Portugal mengatakan warga Portugal yang meninggalkan negaranya karena krisis ekonomi dalam dua tahun terakhir jumlahnya mencapai dua persen dari keseluruhan populasi di negara tersebut.

Krisis ekonomi yang terjadi di Portugal saat ini tercatat sebagai krisis terburuk dalam sepuluh tahun terakhir.

Menteri Penanganan Warga Emigran, Jose Cesario mengatakan jumlah warga negara itu yang memilih hengkang sejak tahun 2011 lalu mencapai lebih dari 240 ribu orang.

Kebanyakan dari mereka merupakan warga dari kalangan muda dan mereka yang berpendidikan tinggi umumnya akan hijrah ke Swiss atau negara kaya minyak bekas koloni Portugal, Angola.

"Warga Portugal yang pergi ke Angola terus bertambah besar. Kami akui bahwa di tahun 2012 jumlahnya mencapai angka antara 25.000 hingg 30.000 orang," kata Cesario.

Jumlah ini menurutnya lebih besar sekitar 5.000 hingga 10.000 orang dibanding tahun sebelumnya.

Muda dan berpendidikan tinggi

Dia menambahkan jumlah warga Portugal yang hijrah ke Mozambik juga bertambah sementara warga lainnya berupaya untuk mencari kehidupan lebih baik di sejumlah negara tetangga seperti German, Belanda dan Inggris.

Cesario mengatakan satu-satunya hal yang bisa membuat jumlah kepergian warga Portugal tidak jauh lebih tinggi lagi adalah karena melambatnya perekonomian Eropa dan tingginya tingkat pengangguran di negara-negara anggota Uni Eropa lain.

Wartawan BBC di Lisbon, Alison Roberts mengatakan Portugal pernah dikenal sebagai negara emigran namun sepanjang tahun 1990 arus penduduk yang keluar dari negara itu berkurang jauh seiring dengan berkembangnya ekonomi negara tersebut.

Pada saat itu Portugal justru kebanjiran sejumlah imigran dari sejumlah negara.

Namun saat ini menurut Roberts yang terjadi saat ini justru bertolak belakang, krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya telah membuat kalangan muda berpendidikan tinggi memilih untuk meninggalkan negaranya mencari kehidupan lebih baik.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.