Belasan ribu buaya lepas dari peternakan di Afsel

  • 24 Januari 2013
Buaya
Lebih dari setengah buaya yang lari belum berhasil ditangkap.

Sekitar 15.000 ekor buaya dilaporkan lepas dari sebuah peternakan di Afrika Selatan di tengan banjir dan hujan lebat.

Pemilik Peternakan Buaya Rakwena terpaksa membuka gerbang peternakannya pada hari Minggu (20/01) untuk mencegah gelombang banjir bandang, seperti dilaporkan surat kabar setempat, Beeld.

Sebagian dari buaya yang lari tersebut sudah berhasil ditangkap namun lebih dari setengah masih hilang.

Banjir di Provinsi Limpopo -tempat peternakan buaya itu berada- sejauh ini sudah menewaskan sedikitnya 10 orang.

Peternakan Bauaya Rakwena merupakan salah satu tujuan wisata yang terletak sekitar 15km dari kota Pontdrif, di dekat perbatasan Afrika Selatan dan Botswana.

Ditemukan ratusan kilometer

Zane Langman, menantu dari pemilik peternakan, mengatakan kepada koran Beeld bahwa buaya-buaya lari ke dalam semak-semak yang lebat dan juga ke Sungai Limpopo, yang merupakan sungai terbesar kedua di Afrika Selatan.

"Dulunya ada beberapa ekor buaya di Sungai Limpopo. Kini banyak sekali. Kami akan menangkap mereka begitu para petani memberitahu kami tentang keberadaan buaya," tutur Langman.

"Saya mendengar ada buaya yang ditemukan di Musina di lapangan rugby sebuah sekolah," tambahnya. Musina terlekat sekitar 120km dari peternakan buaya itu.

Langman juga mengatakan menemukan sejumlah buaya di sekitar rumah temannya, ketika dia membantu menyelamatkan beberapa teman dari rumah yang kebanjiran.

"Ketika kami melihat mereka, buaya-buaya berenang di sekeliling mereka. Puji tuhan, mereka semua hidup."

Angkatan Udara Afrika Selatan sampai dikerahkan untuk menolong para korban banjir beberapa tempat yang terputus dari hubungan dengan dunia luar.

Namun kini tampaknya masalahnya bukan hanya ancaman banjir semata, juga ancaman buaya.

Berita terkait