BBC navigation

Indonesia masuk dalam 'kartel teh'

Terbaru  23 Januari 2013 - 22:48 WIB
Kebun teh

Sri Lanka telah mengusulkan pembentukan forum teh dalam 80 tahun terakhir.

Negara produsen teh terbesar dunia termasuk Indonesia dan India sepakat untuk membentuk kartel teh untuk mengontrol harga.

Menyusul pembicaraan di Kolombo, negara penghasil teh Sri Lanka, Klik India, Kenya, Indonesia, Malawi dan Rwanda mengumumkan pembentukan Forum Internasional Produsen Teh.

Negara-negara itu menguasai lebih dari 50% produksi teh secara global.

Menteri Perkebunan Sri Lanka Mahinda Samarasinghe mengatakan kuota produksi kemungkinan akan ditetapkan di kemudian hari.

Pada tahun 1994, Sri Langka mengusulkan pembentukan kartel teh agar harga dapat ditetapkan produsen dan bukan dikendalikan pasar.

Namun saat itu, negara produsen tidak mencapai kesepakatan.

Samarasinghe mengatakan upaya untuk membentuk forum produsen teh ini telah diupayakan dalam 80 tahun terakhir.

"Dalam konteks itu, apa yang telah kami capai adalah terobosan bersejarah dalam industri teh," kata Samarasinghe.

Cina dan Iran jadi pengamat

"Dalam konteks itu, apa yang telah kami capai adalah terobosan bersejarah dalam industri teh."

Marinda Samaringhe

Kuota produksi "bukanlah bagian dari tujuan dalam perjanjian, namun saya yakin masalah ini akan dibicarakan di kemudian hari," tambahnya.

Cina adalah produsen teh terbesar di dunia namun bukan merupakan anggota.

Tetapi Cina dan Iran - dua konsumen besar- diundang sebagai pengamat dalam Forum Produsen Teh ini.

Cina juga merupakan produsen teh hijau terbesar di dunia.

Ketua Dewan Teh Sri Lanka, Janaki Kuruppu mengatakan "harga teh kemungkinan bisa lebih mahal" dibandingkan minuman lain.

Nona Kuruppu mengatakan, "Di Sri Lanka, teh lebih murah dibandingkan minuman botol."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.