IKEA diijinkan buka toko di India

  • 22 Januari 2013
Ikea
Ikea akan menjadi retail asing pertama yang memiliki outlet di India.

Badan investasi asing India telah memberikan persetujuan kepada produsen peralatan rumah tangga IKEA untuk masuk ke pasar negara tersebut.

Perusahaan asal Swedia itu akan menjadi perusahaan retail asing pertama yang memiliki outlet di India.

IKEA berencana untuk membuka 25 toko dengan investasi sekitar US$2 milliar untuk 15-20 tahun mendatang.

Tetapi IKEA masih membutuhkan persetujuan dari kabinet federal.

Persetujuan itu dilakukan seiring dengan keinginan pengambil kebijakan di India dalam meningkatkan investasi asing untuk mendorong ekonomi negara tersebut yang melemah.

"Pemerintah berkomitmen untuk memainkan peran yang konstruktif untuk mendorong investasi asing langsung FDI khususnya di wilayah yang dapat menciptakan lapangan kerja dan menyediakan teknologi," seperti disampaikan oleh menteri perdagangan.

Langkah kedua

Tahun lalu, India mengubah kebijakannya untuk mengijinkan retail asing untuk memiliki 100 persen saham di India.

Kebijakan itu juga mengijinkan retail besar asing, seperti Wal-Mart dan Carrefour, untuk memiliki sekitar 51% bagian di outlet mereka di India.

Langkah ini merupakan yang kedua bagi IKEA untuk mendapatkan persetujuan Badan Promosi Investasi Asing.

Pada November, badan tersebut telah menyetujui usulan tersebut, tetapi melarang IKEA untuk menjual furniture dan produknya, termasuk makanan dan minuman, tekstil, buku, dan peralatan kantor yang mirip dengan negara lain.

IKEA keberatan dengan permintaan tersebut dan mengajukan proposal kembali. Senin lalu keputusan membolehkan IKEA untuk membawa model yang sama dengan yang dijualnya di negara lain ke India.

"Kami mempertimbangkan ini sebagai sebuah perkembangan yang sangat positif," kata Juvencio Maeztu, IKEA country manager dalam pernyataannya.