Korea Utara izinkan turis bawa telpon seluler

  • 21 Januari 2013
Kunjungan bos Google ke Korut
Kunjungan bos Google Eric Schmidt (kiri tengah) ke Korea Utara.

Turis asing yang mengunjungi Korea Utara kini diperbolehkan membawa telpon seluler ke negara itu, menurut media resmi Cina, Xinhua.

Xinhua mengutip seorang karyawan jaringan telpon Koryolink - perusahaan patungan Korea Utara-Mesir yang mengoperasikan jaringan telpon 3G- yang mengatakan ketentuan itu mulai berlaku tanggal 7 Januari.

"Kami berusaha keras untuk berunding dengan pihak keamanan Korea dan kami mendapatkan persetujuan baru-baru ini," kata teknisi yang hanya disebut sebagai warga Mesir.

Sebagian besar warga Korea Utara tidak memiliki akses internet atau telpon untuk melakukan kontak dengan dunia luar.

Telpon seluler yang dibawa turis asing di sita begitu memasuki perbatasan dan dikembalikan saat mereka kembali.

Direktur Google Eric Schmidt yang sempat berkunjung ke Korea Utara mengatakan bahwa internet sulit berkembang di negara itu kecuali bila warga diberi kebebasan.

Tidak bisa kontak dengan warga asing

"Pemerintah harus melakukan sesuatu. Mereka harus berusaha agar rakyat dapat menggunakan Internet dan ini belum dilakukan oleh pemerintah Korea Utara," kata Schmidt seperti dikutip kantor berita AFP.

Korea Utara memiliki jaringan Intranet yang hanya digunakan secara terbatas.

Teknisi Mesir yang dikutip Xinhua itu mengatakan, para wisatawan tetap harus mengisi formulir berisi rincian telpon genggam mereka sebelum telpon dibawa masuk ke Korea Utara.

Xinhua mengatakan pengguna jaringan telpon seluler 3G di Korea Utara sekitar 1,8 juta.

Namun kantor berita itu menyebutkan warga Korut dan orang asing tidak dapat saling menelpon karena perbedaan setting pada kartu SIM.

Berita terkait