JP Morgan harus ubah manajemen risiko

  • 15 Januari 2013
JP Morgan
JP Morgan tengah menghadapi sejumlah kasus perdagangan.

JP Morgan Chase, yang kehilangan jutaan dollar dalam perdagangan oleh seorang karyawannya yang dikenal dengan kasus London Whale, harus mengubah manajemen risikonya, seperi disampaikan oleh regulator.

Bank itu diberitahu menguji bagaimana membayar eksekutif tinggi, dan bagaimana mereka diupah untuk menangani krisis.

JP Morgan dan petingginya sepakau untuk menyampaikan sebuah rencana dalam 60 hari.

Bagaimanapun, Bank Sentral AS dan Kantor Audit Keuangan menghentikan membagi kesalahan atau denda atas kesalahan perdagangan.

Kontrol teliti

Pada April lalu, laporan seorang pedagang berbasis di London, Bruno Iksil yang dikenal kenal julukan London Whale karena posisi yang dia ambil cukup besar untuk mengubah pasar.

Aksi regulator ini merupakan yang pertama sejak bank ini menyatakan mengalami kerugian sebesar US$6,2 milliar dalam perdagangan fiktif.

Regulator meminta bank untuk memperketat pengawasan internal, manajemen risiko dan kekeliruan dari para petinggi perusahaan.

JP Morgan mengatakan "telah bekerja keras untuk memperbaiki sepenuhnya masalah tersebut".

Laporan pemilik bank mengenai peristiwa akan dipublikasikan pekan ini ketika JP Morgan mengumumkan pendapatan triwulan keempat.

JP Morgan masih menghadapi penyelidikan oleh Departemen Kehakiman AS, Komisi Pasar saham dan juga Otoritas Layanan Keuangan Inggris.

Pencucian uang

Dalam kasus terpisah OCC dan Bank Sentral juga mengkritik bank karena pelanggaran peraturan tentang pencucian uang.

Hal itu terjadi setelah JP Morgan membuat kesepakatan senilai US$88 juta dengan Departemen Keuangan AS pada 2011, dalam sebuah kasus yang melanggar sanksi AS.

Tuduhannya adalah proses transaksi yang dilakukan JP Morgan ke Kuba dan Sudan, dan juga pinjaman dagang pada Iran.

JP Morgan mengatakan telah mencapai kemajuan dalam mengatasi masalah tersebut.

Berita terkait