Mahasiswa asing 'hindari' universitas Inggris

  • 9 Januari 2013
Mahasiswa perguruan tinggi
Ada penurunan jumlah mahasiswa asing dari India dan Pakistan.

Perdebatan tentang kebijakan imigrasi di Inggris membuat para calon mahasiswa asing enggan berkuliah di berbagai perguruan tinggi di negara tersebut.

Data yang dikumpulkan Universities UK -organisasi yang membidangi sektor pendidikan tinggi- menunjukkan ada penurunan pendaftaran mahasiswa asing sejak tahun lalu.

"Dari 2007 hingga 2011 jumlah calon mahasiswa dari negara-negara non-Uni Eropa selalu naik 7% per tahun. Data yang kami dapat untuk tahun lalu memperlihatkan kenaikan itu berhenti sama sekali," kata Nichola Dandridge, direktur Univeresities UK.

"Calon mahasiswa menghindari Inggris dan berbagai perguruan tinggi sekarang melaporkan adanya penurunan pendaftaran mahasiswa asing, terutama dari India dan Pakistan," papar Dandridge.

Lebih ketat

Wartawan BBC, Rob Broomby, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir pemerintah aktif menutup berbagai lembaga yang menawarkan aneka program pendidikan palsu.

Pemerintah mengatakan program ini ditawarkan bukan untuk kepentingan pendidikan, tapi untuk memanfaatkan celah di peraturan imigrasi agar seseorang bisa masuk dan menetap di Inggris.

Kebijakan yang lebih ketat menyebabkan visa mahasiswa yang dikeluarkan pemerintah turun 26% antara September 2011 hingga September 2012.

Menteri Dalam Negeri, Theresa May, bulan lalu mengatakan pemerintah akan mewawancarai 100.000 orang yang mengajukan visa mahasiswa setiap tahun.

Pemerintah mengatakan sistem pendidikan Inggris adalah salah satu yang terbaik di dunia dan predikat ini harus dipertahankan.

Mahasiswa asing menyumbang sekitar US$13 miliar ke perekonomian Inggris dan angkanya akan naik menjadi US$27 miliar pada 2025.