Cangkok tangan pertama di Inggris

  • 4 Januari 2013
Mark Cahill
Dokter membantu Cahill (kanan) menggerakkan tangan pasca operasi.

Seorang mantan pemilik pub dari West Yorkshire, Inggris menjadi orang pertama di negara itu yang menjalani transplantasi tangan.

Mark Cahill, 51, tak dapat menggunakan tangan kanannya akibat penyakit sejenis asam urat. Mulanya penyakit yang mempengaruhi fungsi persendian itu muncul di ibu jari dan kakinya 20 tahun lalu. Lima tahun lalu penyakit menyebar ke tangan kanannya sehingga jari tak bisa membuka dan tangan tak bisa difungsikan lagi.

Opsi medis untuk Cahill adalah operasi dan pemasangan tangan buatan mirip robot (kerap disebut 'tangan bionik') namun lelaki itu memilih suka rela menjadi pionir operasi pencangkokan tangan.

Maka untuk pertama kalinya operasi ini dilangsungkan, juga untuk pertama kalinya tangan seorang donor diamputasi untuk diambil guna operasi bagi penerimanya.

Operasi pada 27 Desember itu berlangsung selama delapan jam di Rumah Sakit Umum Leeds.

Namun menurut dokter masih terlalu dini untuk menyebut apakah tangan akan berfungsi sempurna meski tanda-tanda positif mulai nampak dimana jari dapat digerakkan.

'Tangan sendiri'

Mark Cahill yang berasal dari Greetland dekat kota Halifax mengatakan: "Waktu saya lihat dan saya coba goyangkan, rasanya persis seperti tangan saya sendiri."

Cahill mengaku merasa nyaman dengan cangkokan tangan itu dan tak merasakan lagi nyeri. Satu hal yang dianggapnya menghibur adalah tangan itu juga dianggap pas untuk tubuhnya, sesuai warna kulit dan dia tak sabar lagi ingin mencoba melakukan berbagai hal dengan organ baru ini.

Dalam operasi, dokter memotong bagian tangan tepat di posisi dimana biasanya kita memakai jam tangan guna menyambung urat dan otot dari lengan Cahill ke tangan baru dari donor. Ini merupakan proses sangat rumit karena harus pula disambungkan tulang, urat darah dan otot.

Prof Simon Kay, yang menjadi konsultan operasi plastik di Rumah Sakit Leeds mengatakan: "Tim untuk operasi sudah siaga sejak akhir November menunggu kalau-kalau nanti ada donor yang pas, dan ternyata tepat setelah Natal yang ditunggu tiba."

Prof Kay juga menyampaikan penghargaan pada donor dan keluarganya.

Operasi ini bukan yang pertama di dunia, tetapi di Inggris momen istimewa ini sudah disiapkan sejak dua tahun lalu. Mulanya para ahli bedah palstik menyiapkan alat, keahlian dan teknik, lalu menunggu pasien yang cocok.

Tidak semua orang dapat menempuh prosedur ini karena harus dicek kesiapannya baik mental maupun fisiknya.

Operasi cangkok tangan pertama dilangsungkan di Prancis pada tahun 1998.

Pasien transplantasi tangan pertama adalah Clint Hallam, dari New Zealand, yang kehilangan tangan karena kecelakaan saat menggunakan gergaji lebih dari sepuluh tahun lalu. Namun kemudian tangan cangkokan itu diangkat kembali karena menurutnya terasa seperti tangan mati yang kebas tanpa rasa.

Berita terkait