BBC navigation

Harper Collins dituduh rusak hutan Sumatra

Terbaru  14 Desember 2012 - 15:55 WIB
Hutan di Riau

Hutan di Riau dan Sumatra secara keseluruhan merupakan habitat spesies yang dilindungi.

Kelompok konservasi, Jaringan Aksi Hutan, menuduh HarperCollins menggunakan bahan untuk pembuatan buku dari hutan tropis Indonesia.

Rainforest Actions Network (RAN) mengatakan uji coba materi dari sejumlah buku anak-anak yang diterbitkan perusahaan penerbitan Amerika, HarperCollins, menunjukkan buku itu menggunakan serat dari hutan Sumatra.

"Orang tua atau anak tidak boleh menjadi peserta yang tidak menyadari terlibat dalam perusakan hutan hujan pada saat liburan (Natal) ini," kata Robin Averbek pegiat RAN dalam situs kelompok konservasi itu.

Hutan Sumatra merupakan habitat penting dari sejumlah spesies yang dilindungi termasuk harimau.

Averbeck menyerukan agar perusahaan penerbitan yang menerbitkan buku-buku berbahasa Inggris itu tidak melakukan bisnis dengan perusahaan kertas Indonesia, Asia Pacific Resources International, APRIL, serta Asia Pulp and Paper Co, APP.

APP sebelumnya juga dituduh oleh sejumlah kelompok lingkungan menghancurkan hutan.

Kotak boneka Barbie

"Orang tua atau anak tidak boleh menjadi peserta yang tidak menyadari terlibat dalam perusakan hutan hujan pada saat liburan (Natal) ini"

Robin Averbek

HarperCollins sendiri menyatakan telah meminta hasil uji penelitian RAN itu namun ditolak.

Juru bicara HarperCollins, Erin Crum, mengatakan perusahaan itu mendukung upaya perlindungan hutan

"Kami telah mengontak RAN untuk meminta data dan hasil temuan kami sehinga kami dapat mengatasi anomali apapun yang terjadi dalam rantai pasokan kami, dan kami juga melakukan tes melalui laboratorium independen untuk menjamin bahwa buku-buku kami diproduksi sesuai dengan kebijakan," kata Crum seperti dikutip kantor berita Reuters.

Reuters mengatakan APP menolak berkomentar sementara APRIL tidak menjawab telpon dan email.

RAN mengatakan HarperCollins tertinggal dibandingkan penerbitan Amerika lain seperti Walt Disney -perusahaan terbesar untuk buku anak-anak- dalam menerapkan program melindungi hutan dunia.

Tahun lalu, Greenpeace mengatakan mereka memiliki bukti bahwa bahan kotak boneka Barbie diproduksi dari hutan Indonesia. Greenpeace menuduh perusahaan mainan Mattel Inc dan Walt Disney terlibat dalam perusakan hutan Indonesia.

Bulan Oktober lalu, Disney mengubah kebijakan dengan mengurangi penggunaan kertas dengan materi dari hutan yang dilindungi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.