Pesan terima kasih dari Malala Yousafzai

  • 3 Desember 2012
Pesan untuk Malala Yousafzai

Malala Yousafzai menyampaikan pesan terima kasih kepada semua orang di seluruh dunia yang memberi dukungan kepadanya pada hari Senin 3 Desember.

"Terimakasih banyak atas berlimpahnya kasih sayang dan dukungan. Saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang mendukung saya tanpa membedakan agama maupun ras."

Pesan yang diumumkan anak perempuan berusia 14 tahun itu menegaskan bahwa orang-orang sebenarnya mendukung gagasannya dan bukan individu.

"Mari kita bekerja sama untuk memberi pendidikan kepada perempuan di seluruh dunia," tambah pesan itu seperti dikutip kantor berita Pakistan, APP.

Dia juga menyatakan memuji anak-anak perempuan yang tetap meneruskan pendidikan di kawasan tempat tinggalnya di kawasan Swat di sebelah barat laut Pakistan.

Malala ditembak oleh sekelompok orang yang tidak dikenal pada pekan pertama Oktober ketika sedang dalam perjalanan pulang sekolah di Mingora, Swat.

Mulai membaca

Malala Yousafzai

Dia menulis catatan harian sejak tiga tahun lalu untuk memperjuangan pendidikan bagi anak perempuan ketika kawasan tempat tinggalnya itu dikuasi Taliban, yang melarang pendidilkan untuk anak perempuan.

Kondisi Malala dilaporkan semakin membaik dan pemeriksaan secara seksama memperlihatkan dia tidak menderita kerusakan syaraf akibat tembakan tersebut.

Ayahnya, Ziauddin Yousafzai, mengatakan dia mulai kembali membaca dan berjalan di rumah sakit.

Tak lama setelah ditembak, dia langsung mendapat bantuan untuk diterbangkan langsung dengan pesawat khusus ke rumah sakit di Birmingham.

Kisahnya mendapat perhatian dari seluruh dunia dan banyak perempuan dari seluruh dunia yang menempatkan dia sebagai pahlawan pendidikan.

Sementara itu pada tanggal 10 Desember di Paris, pemerintah Pakistan bersama UNESCO akan menggelar kampanye untuk meningkatkan pendidikan bagi kaum perempuan.

Kampanye itu akan diberi nama Stand Up for Malala, Stand up For Girls' Right to Education, dan peluncurannya akan dihadiri oleh Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari.