Film Hobbit diputar di Selandia Baru

Terbaru  28 November 2012 - 11:59 WIB
Film Hobbit

Film Hobbit diperkirakan akan meningkatkan pendapatan sektor pariwisata Selandia Baru.

Penggemar Hobbit memadati ibukota Selandia Baru menyusul pemutaran perdana film trilogi yang disutradarai oleh Peter Jackson.

Jackson merupakan sutradara trilogi Lord of the Rings, yang mengisahkan tentang Hobbit.

Film pertama dari tiga film akan diputar di teater Embassy Wellington pada Rabu pagi.

Menjelang pemutaran film, para pendukung film tampak hadir di teater dan sejumlah penggemar arena pemutaran film dengan menggunakan kostum.

Pintu masuk teater telah dirancang mirip dengan kediaman Hobbit.

Sejumlah orang bahkan rela untuk menginap di lokasi dekat teater agar mendapatkan posisi di dekat karpet merah yang akan dilewati oleh para pendukung film.

Sekitar 100.000 ribu orang diperkirakan datang ke pemutaran film perdana itu.

'Tak akan sempurna'

Film "The Hobbit: An Unexpected Journey" merupakan film pertama dari trilogi, yang menyedot biaya produksi US$500 juta, dan dibuat di Selandia Baru.

Film kedua akan diluncurkan pada Desember 2013 dan ketiga pada Juli 2014.

Menjelang pemutaran perdana, sutradara peraih Oscar Peter Jackson mengatakan dia gelisah menunggu pemutaran film ini.

"Tidak ada yang pernah sempurna dan ini juga tidak akan; sebuah kesalahan jika anda mengatakan kami berhenti sekarang karena kami telah membuat film yang sempurna," kata dia kepada Radio Selandia Baru. "Anda tidak pernah dan tidak akan."

Dewan Kota Wellington menghabiskan waktu selama beberapa bulan dan anggaran lebih dari NZ$1 juta untuk persiapan pemutaran perdana film tentang Hobbit, seperti dilaporkan oleh Radio Selandia Baru.

Sementara, pejabat pariwisata mengharapkan adanya lonjakan jumlah wisatawan berkaitan dengan pemutaran perdana film ini.

Manajer Asia untuk Pariwisata Selandia Baru, Tony Everitt, mengatakan kepada BBC bahwa dia memperkirakan pendapatan dari wisatawan meningkat sekitar US$400 juta per tahun karena film.

Pembuatan film trilogi itu telah menghabiskan waktu selama lima tahun dan mendapatkan sejumlah hambatan.

Pembuatan film sempat tertunda selama beberapa bulan karena masalah pendanaan dan masalah gaji para aktor, disatu sisi eksekutif studio juga menyarankan untuk memindahkan produksi film ke Inggris.

Awal pekan ini, Jackson juga membantah klaim dari kelompok penyayang binatang Peta yang menyebutkan sekitar 27 hewan tewas selama pembuatan film, dan menyatakan tidak ada hewan yang teraniaya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.