BBC navigation

Perdagangan kulit ular ancam spesies piton

Terbaru  28 November 2012 - 20:15 WIB
Kulit piton

Tas dari kulit ular piton bisa laku US$15.000 di butik Prancis.

Peningkatan tajam permintaan barang mewah yang terbuat dari kulit ular mengancam kelangsungan hidup beberapa spesies ular piton.

Kesimpulan ini termuat dalam satu laporan baru yang disusun Pusat Perdagangan Internasional (ITC) yang dikeluarkan hari Rabu (28/11).

Setengah juta kulit ular piton diekspor dari negara-negara di Asia Tenggara setiap tahun, namun para peneliti mengatakan banyak di antaranya yang ilegal dan kuota ekspor sering kali dilanggar.

Kondisi ini diperburuk dengan minimnya legislasi dan lemahnya penegakan hukum.

"Aparat penegak hukum tidak memiliki dana dan kemampuan yang memadai untuk mengatasi persoalan ini," ujar Olivier Caillabet, salah satu penyusun laporan.

"Dan kadang mereka juga tidak peduli," tambahnya.

Perdagangan kulit ular adalah bisnis yang sangat menguntungkan.

Melambung menjadi US$15 ribu

"Aparat penegak hukum tidak memiliki dana dan kemampuan yang memadai untuk mengatasi persoalan ini."

Olivier Caillabet

Penangkap ular piton di satu desa di Indonesia, misalnya, menjual kulit ular ini mungkin hanya sekitar US$30.

Tapi begitu kulit ini diubah menjadi tas dan dijual di butik di Prancis atau Italia, harganya melambung menjadi US$15.000.

Laporan ITC menyebutkan bahwa ekspor kulit ular dari negara-negara Asia Tenggar mencapai US$1 miliar per tahun.

Konvensi internasional tentang perdagangan spesies-spesies yang terancam punah (Cites) yang ditujukan untuk melindungi satwa liar membolehkan perdagangan kulit ular.

Namun tim penulis laporan ITC menggarisbawai fakta bahwa pelaku bisnis memanfaatkan 'lubang-lubang' di konvensi ini.

Misalnya kulit ular piton digolongkan sebagai ular hasil penangkaran padahal sebenarnya didapat dari alam liar.

Para peneliti mendesak pengawasan yang lebih baik, termasuk di antaranya mewajibkan sistem pelacakan, agar kelangsungsungan hidup ular ini tidak terancam.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.