Ada keterkaitan antara polusi dengan autisme

Terbaru  27 November 2012 - 14:55 WIB
lalu lintas di New York

Peneliti dari California menyakini polusi lalu lintas memberikan pengaruh terhadap kemunculan autisme.

Peneliti di Kalifornia, AS mengatakan mereka menemukan keterkaitan antara autisme dengan polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan di jalan raya.

Kajian yang dilakukan terhadap 500 anak di Kalifornia menyebutkan bahwa mereka yang terpapar polusi berat mempunyai peluang tiga kali lebih besar untuk memiliki autisme dibanding anak-anak yang tinggal di daerah dengan udara lebih bersih.

Meski demikian peneliti lain mengatakan kesimpulan yang menyebutkan polusi sebagai penyebab autisme belumlah cukup menyakinkan.

Temuan para peneliti di Kalifornia ini sebelumnya telah ditampilkan dalam jurnal the Archives of General Psychiatry.

Para peneliti mengunakan data dari Badan Perlindungan Lingkungan AS, EPA untuk melihat tingkatan polusi yang ada di Kalifornia.

Data yang mereka dapatkan ini kemudian digunakan untuk melihat dan membandingkan paparan polusi saat anak-anak yang menjadi obyek penelitian berada di dalam kandungan dan saat mereka berusia satu tahun.

Anak-anak yang menjadi obyek penelitian ini terdiri dari 279 orang dengan autisme dan 245 orang tidak mengalam autisme.

Para peneliti dari Universitas 0f Southern California ini sebelumnya juga pernah melakukan kajian tentang keterkaitan antara kemunculan autisme pada mereka yang tinggal di dekat jalan raya besar.

Hasil diragukan

Mereka mengingatkan bahwa tinggal dekat dengan sumber polusi memiliki implikasi yang besar karena polusi udara dikenal secara luas memberikan dampak yang lama terhadap sistem saraf manusia.

Namun kajian itu mendapat kritik dari Uta Frith yang merupakan profesor di Uniiversitas College London.

Dia meragukan adanya keterkaitan langsung antara polusi udara dengan autisme.

"Penelitian ini tidak membawa kita untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab autiseme karena kajiannya tidak menunjukan cara yang menyakinkan soal bagaimana misalnya polutan bisa memberikan pengaruh terhadap perkembangan otak yang kemudian berujung pada autisme," kata Frith.

Sementara peneliti lainnya mengatakan mengurangi polusi tetap menjadi pilihan terbaik saat ini meski bukti yang menunjukan bahwa polusi sebagai penyebab autisme masih perlu diteliti lagi.

"Bagaimanapun mengurangi polusi yang yang timbul di jalan raya tetap hal bagus buat kesehatan masyarakat terlepas dari ada tidaknya hubungan antara polusi dengan autisme," kata Sophia Xiang Sun dari Universitas Cambridge.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.