BBC navigation

Virus Ebola dapat menyebar melalui udara

Terbaru  16 November 2012 - 16:00 WIB
Pasien ebola di Uganda

Menteri Kesehatan Uganda mengatakan Kamis (15/11) dua orang meninggal akibat virus ebola.

Para peneliti Kanada menyatakan virus ebola yang mematikan dapat meluar melalui udara antara spesies.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menyebutkan babi yang terkena virus ebola di Zaire dapat menulari monyet tanpa kontak langsung.

Para peneliti mengatakan penularan seperti itu dapat terjadi karena tersebarnya virus mematikan tersebut di sejumlah tempat di Afrika.

Namun para ilmuwan mengatakan virus itu dapat tersebar secara terbatas dan tidak dapat menular secara cepat seperti layaknya influenza.

Mereka mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan namun temuan itu mengkhawatirkan karena monyet secara genetika dekat dengan manusia.

Menteri Kesehatan Uganda, Christine Ondoa, mengatakan Kamis (15/11) bahwa wabah baru ebola di negara itu menewaskan paling tidak dua orang, beberapa minggu setelah wabah di wilayah barat Uganda yang menelan paling tidak 17 orang, dinyatakan berhasil dikendalikan.

"Kementerian kesehatan memberitahukan kepada publik bahwa virus ebola kembali melanda," kata Ondoa.

Dirawat di ruang isolasi

"Kementerian kesehatan memberitahukan kepada publik bahwa virus ebola kembali melanda"

Christine Ondoa

Ondoa mengatakan lima orang yang pernah berhubungan dengan korban meninggal tengah diperiksa, dua di antaranya dirawat di ruang isolasi di rumah sakit utama ibukota Kampala, Mulago.

Di Republik Kongo, wabah ebola menewaskan 26 orang di seputar kota Isiro, sekitar 350 kilometer dari perbatasan Uganda pada akhir Oktober.

Ebola diambil dari nama sungai kecil di Kongo, yang masih merupakan Zaire, tempat virus ini pertama kali ditemukan 36 tahun lalu.

Virus ini menyebabkan orang mengalami demam, sakit otot, merasa lemah, muntah dan juga diare.

Dalam sejumlah kasus, virus ebola dapat menyebabkan kerusakan orban tubuh, pendarahan terus menerus dan dapat menyebabkan korban meninggal dalam hitungan hari.

Ebola termasuk salah satu penyakit mematikan dengan korban meninggal sekitar dua pertiga dari 1.850 orang yang terdiagnosa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.