Patung Lenin diturunkan dari Ulan Bator

Terbaru  14 Oktober 2012 - 18:53 WIB
Patung Lenin di Ulan Bator, Mongolia

Patung Lenin di Ulan Bator didirikan ketika Mongolia menjadi negara satelit Uni Soviet.

Patung terakhir pendiri Komunisme di Uni Soviet, Vladimir Ilyich Lenin, sudah dicopot dari ibukota Mongolia, Ulan Bator.

Sejumlah warga Mongolia melempar sepatu ke patung itu sebelum diangkat ke dalam truk dan akan dilelang kepada masyarakat umum, seperti dilaporkan wartawan BBC di Ulan Bator, Michael Kohn.

Selama 58 tahun belakangan, patung Lenin berdiri di sebuah taman di pusat kota Ulan Bator. Patung itu dipasang di sana ketika Mongolia menjadi negara satelit Uni Soviet yang dikendalikan penuh dari Moskow.

Tahun 1990 Mongolia menempuh reformasi politik -sejalan dengan perestroika yang diluncurkan oleh Mikhail Gorbachev- dan melepaskan diri dari pengaruh Uni Soviet yang kemudian bubar.

Pada masa itu semua patung Stalin dirobohkan namun patung Lenin masih bertahan hingga Minggu 14 Oktober pukul 13.00 waktu setempat ketika patung Lenin yang terakhir diturunkan lewat sebuah 'upacara'.

Dalam upacara tersebut Walikota Ulan Bator, Bat-Uul Erdene, menyampaikan pidato sekitar 10 menit untuk mengecam Lenin dan pendukungnya sebagai para pembunuh.

Di hadapan sekitar 300 hadirin, Erdene mengatakan Mongolia menderita di bawah kekuasaan mantan rezim komunis namun saat ini bergerak maju menuju masyarakat yang terbuka,

Kini patung Lenin disimpan di sebuah tempat yang aman dan lelang akan segera digelar dengan harga awal 400.000 Tugrik atau sekitar Rp2, juta.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.