BBC navigation

Denmark perketat peraturan donor sperma

Terbaru  25 September 2012 - 17:55 WIB
Sperma

Pria pemberi donor sperma ini menjadi ayah dari bayi-bayi di 10 negara.

Pejabat kesehatan Denmark memperketat peraturan tentang donor sperma setelah terungkap salah seorang pendonor menyebabkan penyakit menurun paling tidak pada lima dari 43 bayi.

Pria yang bersangkutan merupakan ayah dari bayi-bayi yang tersebar di 10 negara.

Berdasarkan peraturan baru yang akan diterapkan tanggal 1 Oktober, tidak ada seorang pun yang boleh melakukan inseminasi 12 kali dan pendonor akan dibatalkan bila diketahui memiliki penyakit genetik.

Pria pemberi donor sperma itu menyebabkan lima bayi terkena penyakit neurofibromatosis (atau yang dikenal sebagai penyakit Recklinghausen) yang dapat menyebabkan kebutaan dan epilepsi.

Banyak pihak yang mengeluarkan kritikan keras terhadap klinik yang terlibat karena tidak memeriksa kondisi pendonor atau menghentikan penggunaan sperma buruk itu secara cepat.

Kepala Badan Kesehatan Denmark Anne-Marie Vangsted mengatakan klinik inseminasi di Kopenhagen tidak melakukan tindakan pada waktunya.

"Bank sperma itu tidak memberi tahu klinik inseminasi dan petugas kesehatan siapa yang menerima sperma dan itu berarti harus ada yang memberitahu langsung pihak penerima donor. Mereka (klinik) tidak melakukannya," kata Vangsted.

Para ibu terkejut

"Saya rasa kasus ini tidak etis dan tidak bermoral. Saya gemetar dan terkejut."

Mia Levring

Badan penyiaran Denmark DR melaporkan pemberi donor itu merupakah ayah dari 43 anak dengan inseminasi di 14 klinik.

Sementara itu Peter Bower, kepala klinik Nordisk Cryobank -tempat inseminasi dijalankan- mengatakan ia tidak bisa menyebutkan di mana bayi-bayi dari pendonor yang bersangkutan berada.

"Saya bisa katakan bahwa sebelum Oktober 2009, pemberi donor ini memberikan sperma ke perempuan di 10 negara di dan di luar Eropa," kata Bower kepada kantor berita AFP.

Sementara itu, para ibu yang mendapatkan donor sperma dari pria itu menyatakan terkejut.

"Saya rasa kasus ini tidak etis dan tidak bermoral. Saya gemetar dan terkejut," kata Mia Levring, salah seorang ibu.

Seorang ibu lain Sonja Pedersen mengatakan, "Mereka (klinik) mendapatkan banyak uang untuk ini. Dan mereka punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa produk (sperma) itu terjamin."

Kebijakan liberal Denmark terkait sperma menjadikan negara itu salah satu tujuan utama.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.