BBC navigation

Toyota genjot produksi mobil listrik

Terbaru  24 September 2012 - 13:53 WIB
Mobil hybrid Toyota

Dihempas badai ekonomi dan bencana alam, Toyota masih jadi pabrikan mobil terbesar dunia.

Toyota Motor Corp sedang menggenjot produksi untuk kategori mobil ramah lingkungannya dengan 21 jenis kendaraan hybrid yang direncanakan diproduksi dalam tiga tahun untuk memenangkan persaingan di pasar mobil hemat energi.

Dengan target ini, menurut manajemen Toyota, sebuah mobil listrik sudah akan dipasarkan akhir tahun ini sementara kendaraan sel BBM yang irit bahan bakar akan dipasarkan tahun 2015 .

dalam pernyataannya Senin (24/9) pabrikan asal Jepang ini menyatakan tawaran terbarunya untuk pasar kendaraan ramah lingkungan adalah mobil listrik mungil yang dinamai eQ, mirip dengan model iQ sebelumnya, dan akan masuk pasar Jepang dan AS bulan Desember nanti meski jumlahnya akan sangat terbatas sekitar 100 unit saja.

Mobil mungil ini akan disebut iQ EV di AS dijual dengan harga 3,6 juta yen (sekitar Rp430 juta) dan hanya direkomendasikan untuk jarak sekitar 100 kilometer.

Di AS, versi listrik dari mobil sport jenis Rav-4, yang dikembangkan Toyota dengan pembuat mobil listrik Amerika, Tesla Motors, mulai dipasarkan bulan ini.

Sementara yang berjenis sel BBM dan bahan bakarnya bersumber dari hidrogen untuk menghasilkan listrik, baru akan dijual tahun 2015.

Pesaing tidak diam

Seperti sesama pesaing dalam industri otomotif Jepang, Toyota tengah berancang-ancang untuk menggeber produksi setelah negeri itu dibelit lesunya ekonomi beberapa tahun terakhir ditambah masalah akibat tsunami dan banjir besar di Thailand.

Toyota diuntungkan dengan reputasinya mengembangkan kendaraan ramah lingkungan setelah sukses memasarkan Prius, mobil terlaris dunia untuk kategori hibrid listrik-bensin.

Namun pabrik mobil terbesar dunia ini juga masih didera sejarah buruk akibat penarikan puluhan ribu unit mobilnya dari pasar AS dan Kanada beberapa tahun lalu akibat kerusakan suku cadang.

Para pesaing tak tinggal diam, mereka juga mencoba merebut momen meningkatnya permintaan atas kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan ini.

Nissan Motor Co misalnya, kini juga sibuk mengembangkan jenis mobil listrik Leaf-nya.

Pasar kendaraan ramah lingkungan masih sangat kecil saat Prius mulai dipasarkan namun Toyota memperkirakan puluhan ribu unit kendaraan sel BBM akan terjual pada tahun 2020.

Penjualan Prius sendiri kini tumbuh jadi sejuta unit dalam setahun di seluruh dunia dan merupakan 10 persen dari seluruh nilai pasar Toyota.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.