BBC navigation

Sejumlah sekolah di Suriah masih beroperasi

Terbaru  20 September 2012 - 16:38 WIB
Siswa di Suriah

Para siswa sekolah di Suriah menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pelajaran.

Pemerintah Suriah mengatakan 10% sekolah di seluruh Suriah ditutup, 2.000 di antaranya rusak atau hancur dan selebihnya digunakan untuk para pengungsi.

Sejumlah sekolah di Suriah yang masih beroperasi adalah di Damaskus namun tidak jelas berapa yang masih dibuka, kata wartawan BBC Lyce Duocet yang berada di ibukota Suriah itu.

Untuk menyebutkan bahwa sekolah-sekolah ditutup seperti halnya mengakui bahwa pemerintah kehilangan kendali di sejumlah kawasan Suriah, kata Doucet.

Doucet berkunjung ke salah satu sekolah, Nahla Zaidan dan sebelum pelajaran dimulai, para siswa menyanyikan lagu kebangsaan Suriah.

Siswa yang termuda sekalipun hafal lagu kebangsaan yang antara lain berisi pujian kepada tentara yang memastikan keselamatan mereka.

Badan dana anak-anak PBB, UNICEF -yang menggunakan data pemerintah- memperkirakan lebih 2.600 sekolah di Suriah ditutup, 2.000 di antaranya rusak dan selebihnya untuk tempat tinggal sementara para pengungsi.

Tidak dengar suara bom

"Tentara berupaya keras untuk membantu kami. Ledakan terjadi jauh dari sini"

Sawsan Farah

Sekolah Nahla Zaidan yang terletak di kawasan Mezzeh yang dijaga ketat menerima 100 siswa baru dari kawasan yang sekolahnya ditutup atau dianggap tidak aman oleh para orang tua.

"Apakah semua senang kembali ke sekolah?" tanya Kozeh, guru salah satu kelas pada tahun pelajaran baru pertengahan September ini.

Para siswa menjawab serentak "Ya", di dalam kelas yang didekorasi dengan foto karakter kartun Winnie the Pooh dan Presiden Bashar al-Assad.

"Apakah anak-anak takut sesuatu?" tanya Kozeh lagi.

"Tidak!" jawab anak-anak itu serentak.

Sebagian besar guru di sekolah ini mendukung kuat pemerintah dan berupaya agar para siswa merasa aman.

Toko-toko buka

Pengungsi Suriah

Para pengungsi ditampung di berbagai fasilitas umum termasuk sekolah.

"Saya tidak dengar itu (bom)," kata kepala sekolah Sawsan Farah saat terdengar bunyi ledakan dari kejauhan.

"Yang saya dengar selalu adalah suara anak-anak," tambahnya.

"Tahun pelajaran baru adalah hidup baru," kata Farah lagi. "Tentara berupaya keras untuk membantu kami. Ledakan terjadi jauh dari sini."

Di sejumlah tempat di Damaskus, jalan-jalan penuh dan lalu lintas juga sibuk.

Toko-toko buka seperti biasa walaupun tampaknya banyak yang kehilangan pelanggan dan memotong harga barang yang mereka jual.

Sejumlah taman di Damaskus juga penuh dengan keluarga dan pasangan muda yang menikmati udara hangat pada bulan September di Damaskus.

Namun di satu taman, banyak pengungsi yang kebingungan karena tidak memiliki tempat tinggal lagi.

Para aktivis dan pekerja sosial di luar ibukota bagian selatan -basis terkuat pihak oposisi- mengatakan daerah itu merupakan "zona bencana" setelah pemboman intensif pemerintah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.