Paruh baya 'mulai' pada usia 55 tahun

Terbaru  18 September 2012 - 17:44 WIB
Pasangan paruh baya

Rata-rata responden menganggap paruh baya hanyalah pandangan orang.

Paruh baya dimulai pada usia 55 tahun, atau lebih tua lanjut dibandingkan perkiraan sebelumnya, seperti diungkap sebuah penelitian di Inggris.

Penelitian sebelumnya menunjukkan usia paruh baya dimulai pada 36 tahun.

Usia 55 tahun ini ditemukan melalui survei atas 1.000 orang dewasa Inggris berusia 50 tahun ke atas untuk situs internet Love to Learn.

Berdasarkan data resmi di Inggris, mereka yang berusia 65 tahun ke atas saat ini lebih banyak dibandingkan mereka yang berusia 16 tahun ke bawah.

Walaupun tujuh dari 10 dari mereka yang berusia awal 50-an menyebut diri mereka sebagai paruh baya, rata-rata periode hidup yang dianggap sebagai dimulainya paruh baya adalah pada saat orang berumur 54 tahun dan 347 hari.

Tetapi sebagian kecil responden berpendapat paruh baya belum dimulai sampai pada usia 60 tahun.

Sekitar 19% responden merasa usia paruh baya hanyalah pandangan orang dan bukannya dimulainya sesuatu.

Muda berakhir 40 tahun

Survei juga menanyakan responden pada usia berapa tahap paruh baya berakhir. Rata-rate responden mengatakan pada usia 69 tahun dan 277 hari.

Penelitian yang dilakukan badan amal Inggris, Age UK, ini terkait dengan pandangan warga Eropa tentang umur yang menunjukkan kategori dianggap pada usia tua dimulai saat menginjak 62 tahun.

Namun tidak ada kesepakatan yang sama tentang kapan usia muda berakhir karena kisarannya mulai dari 34 tahun di Swedia sampai 52 tahun di Inggris. Responden di Eropa, rata-rata menganggap usia muda berakhir pada umur 40 tahun.

Penelitian untuk situs Love to Learn juga menunjukkan bahwa orang dewasa di atas usia 50 tahun di Inggris lebih optimistik atas tunjangan yang mereka dapat dan juga lebih percaya diri.

"Lebih dari setengah mengatakan mereka lebih percaya diri dan lebih berpengalaman dibandingkan mereka yang lebih muda dan tidak lagi khawatir untuk membuat kesalahan," tutur Gill Jackson, Direktur situs Love to Learn.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.