Pengadilan akan putuskan gugatan Kate

Terbaru  18 September 2012 - 12:22 WIB
Pangeran William dan istrinya

Pangeran William dan Kate Middleton masih melakukan tur ke Asia dan Pasifik.

Pengadilan Prancis akan memutuskan gugatan yang diajukan oleh Duke dan Duchess of Cambridge, untuk menghentikan penjualan dan distribusi foto-foto telanjang dada duchess.

Tiga hakim yang memimpin jalannya sidang di Nanterre diperkirakan akan mengumumkan pada Selasa siang waktu setempat.

Dalam persidangan di Nanterre dekat Prancis Senin (17/9) lalu, kuasa hukum pasangan ini mengatakan publikasi foto oleh majalah Prancis Closer, telah melanggar privasi mereka.

Kerajaan Inggris meminta Closer untuk menurunkan foto-foto tersebut, dan mencegah adanya publikasi yang lebih lanjut, atau menghadapi denda.

Seorang kuasa hukum Closer mengklaim reaksi pasangan kerajaan itu berlebihan.

Setelah dipublikasikan di majalah Closer, foto-foto itu juga ditampilkan dalam situs asing, di Irish Daily Star dan juga majalah gosip Italia, Chi.

Pengadilan yang berlangsung pada Senin, Aurelien Hamelle, kuasa hukum yang mewakili Pangeran William dan Catherine, mengatakan pasangan kerajaan berada dalam situasi yang intim dan personal.

Dia mengatakan pasangan itu tidak mengetahui jika mereka difoto, dan hanya dapat terlihat dengan lensa kamera dengan jangkauan cukup jauh.

Jika foto asli dalam bentuk digital tidak diberikan, maka perusahaan pemilik Closer akan terancam denda sebesar 10.000 euros untuk setiap hari penayangan, tambah Hamelle.

Sementara itu, perwakilan Closer, Delphine Pando, mengatakan foto telanjang dada bukan lagi merupakan sebuah penghinaan di masyarakat morern.

Pando membantah bahwa vila tempat pasangan itu berjemur tidak dapat diakses dari pandangan publik. Dia juga mengatakan majalah tidak memegang hak cipta dari foto tersebut, jadi tidak dapat dibuktikan bahwa majalah memiliki keinginan untuk mempublikasikannya lagi.

Korensponden BBC di Paris, Christian Fraser mengatakan sebagian besar praktisi hukum di Prancis tampaknya setuju bahwa dalam aturan hukum Prancis sangat ketat mengantur soal pelanggaran hak pribadi.

Dampak dari tindakan itu, menurut hukum Prancis, dapat dikenakan denda sampai puluhan ribu euros, dan dalam teorinya editor dan fotografer dapat dikenakan hukuman penjara selama beberapa tahun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.