Kerajaan Inggris gugat majalah Closer

Terbaru  15 September 2012 - 12:06 WIB
William dan Kate

Kunjungan Pangeran William dan Kate Middleton ke Asia Tenggara dan Pasifik Selatan tidak akan terganggu.

Pangeran William dan Putri Catherine telah mengajukan gugatan hukum terhadap majalah Prancis Closer karena memuat foto telanjang dada duchess, seperti pernyataan yang disampaikan Clarence House.

Majalah gosip selebriti mempublikasikan foto Kate Middleton yang diambil ketika menikmati liburan pribadi mereka di Prancis.

Seorang juru bicara Kerajaan Inggris mengatakan pelaporan gugatan hukum telah diajukan di Prancis dan tindakan itu merupakan pelanggaran hak pribadi.

Tetapi, editor majalah Closer mengatakan pasangan itu "dapat terlihat dari jalan".

"Foto ini tidak terlalu mengejutkan. Mereka melihat seorang perempuan berjemur dengan telanjang dada, seperti jutaan perempuan yang anda lihat di pantai," kata Laurence Pieau.

Dia menggambarkan reaksi atas publikasi foto itu "sedikit tidak sepadan".

Menurut seorang juru bicara pasangan kerajaan yang bergelar Duke dan Duchess of Cambridge, sangat mengecam publikasi foto tersebut. Pasangan ini tengah melakukan tur ke wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Selatan sebagia rangkaian Peringatan Berlian Ratu Inggris.

Laporan hukum

Di Prancis, Pangeran William dan Kate Middleton tinggal di Villa pribadi milik keponakan Ratu Lord Linley, "Sangat menyedihkan bahwa majalah Prancis dan seorang fotografer telah melanggar hak pribadi mereka dengan cara yang aneh dan tidak dapat dibenarkan," kata juru bicara kantor resmi Pangeran Wales, Clarence House.

Foto-foto ini dipublikasikan di halaman depan dan di halaman dalam majalah tersebut.

Juru bicara mengatakan peristiwa ini merupakan "tindakan keterlaluan ini mirip seperti yang dilakukan oleh pres dan paparazzi selama masa hidup Putri Diana, dan sangat membuat duke dan duchess marah."

Media

Pemberitaan media tentang publikasi foto Kate ketika liburan di Prancis.

Salah seorang pejabat kerajaan mengatakan pasangan itu tidak akan memilih daerah terpencil mana pun di Prancis untuk liburan pribadi mereka.

Situs majalah itu menyetakan foto pasangan itu "seperti yang tidak pernah anda lihat sebelumnya. Menanggalkan senyum dan baju yang sopan. Ketika liburan Kate melupakan semuanya."

Seorang juru bicara kerajaan mengatakan "Istana St James memastikan bahwa laporan hukum atas pelanggaran hak pribadi telah dimulai oleh Duke dan Duchess of Cambridge melawan majalah Prancis Closer. "

Wartawan BBC Nicholas Witchell mengatakan sangat jarang kerajaan menyampaikan kemarahan atas sebuah publikasi dan kemarahan ini merefleksikan perasaan Pangeran William atas peristiwa tersebut.

Koresponden BBC mengatakan wajah pangeran tampak seperti "tersambar petir" ketika pasangan itu meninggalkan Kuala Lumpur Malaysia ketika menuju Sabah di Kalimantan Utara. Sementara Kate tetap tersenyum.

Peter Hunt menambahkan bahwa pangeran marah karena telah berjanji kepada Kate bahwa "apa yang terjadi pada ibunya tidak akan dialami oleh Kate, dan dia gagal menepatinya tetapi dia tidak ingin itu terulang kembali".

Tetap fokus

Koran-koran Inggris menyatakan mereka ditawari foto-foto itu tetapi menolaknya.

The Sun - satu-satunya koran Inggris yang mempublikasikan foto telanjang Pangeran Harry - mengatakan tidak tertarik untuk mempublikasikan gambar tersebut.

"Keadaannya sangat berbeda dengan foto-foto Pangeran Harry di Las Vegas. Dan kami mengatakan, dia berada dalam pesta di sebuah kamar hotel dengan sekelompok orang asing dan salah satu dari mereka mempublikasikan foto ke ranah publik," kata editor Sun Dominic Mohan.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan :"Downing Street memandang mereka memiliki hak pribadi."

Seorang juru bicara kerajaan mengatakan pasangan itu tidak akan membiarkan kontroversi menganggu perjalanan mereka.

"Duke dan duchess tetap fokus pada tur mereka ke Singapura, Malaysia, Pulau Solomon dan Tuvalu untuk mewakili Yang Mulia Rtau Inggris."

Pasangan itu akan menghabiskan waktu di ibukota Malaysia Kuala Lumpur dimana mereka pertama kalinya mengunjungi masjid.

Kemudian mereka akan ke Kota Kinabalu, ibukota negara bagian Sabah di Kalimantan, dan akan melakukan perjalanan ke hutan hujan untuk mempelajari tentang kehidupan alam liar disana.

Closer tidak dijalankan oleh perusahaan yang sama di Inggris, dan dimiliki oleh Mondadori, anak perusahaan Fininvest milik mantan PM Italia Silvio Berlusconi.

Paul Keenan, kepala eksecutif dari Bauer Media, yang memiliki majalah Closer versi Inggris, mengatakan :" Kami menyesalkan publikasi foto yang menganggu dan tidak sopan ini dan telah meminta Closer di Prancis untuk mencabut foto itu dari situs dan berhenti mempublikasikan hal yang sama di masa mendatang.

"Bauer Media dan Closer UK menganggap publikasi foto ini melanggar hak pribadi Yang Mulia."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.