BBC navigation

Alat deteksi 'penyelewengan' di India

Terbaru  14 September 2012 - 21:07 WIB
alat uji kebohongan

Deepti Puranaik mencoba poligraf pada wartawan BBC Rajini Vaidyanathan.

Penggunaan alat tes kebohongan meningkat pesat di India untuk menguji suami atau istri yang menyeleweng atau pegawai yang tidak jujur.

Salah seorang yang menggunakan poligraf atau alat uji kebohongan ini adalah ilmuwan Deepti Puranaik dari perusahaan Helik Advisory.

Setiap minggu ia melakukan sejumlah tes untuk klien swasta yang membayar antara US$150 sampai US$300 untuk menentukan apakah seseorang berbohong atau tidak.

"Ada sejumlah kasus penyelewengan di mana seorang istri mencurigai suaminya," kata Puranaik kepada wartawan BBC Rajini Vaidyanathan di Mumbai.

"Kasus lain termasuk pencurian di perusahaan dan pihak manajer ingin mengetahui siapa yang terlibat," tambahnya.

Sejumlah kasus lain, perusahaan ingin menguji integritas para calon karyawan.

Perusahaan yang telah berjalan selama satu tahun itu mengatakan permintaan uji kebohongan itu meningkat setiap hari.

Sejumlah faktor pemicu adalah kerahasiaan yang ingin dipertahankan para klien.

Akurat 80%

"Banyak orang tidak ingin ke polisi karena lebih menyita waktu dan apapun yang dilaporkan ke polisi dapat diketahui publik," kata direktur Helik, Rukmani Krisnamurthy.

"Sejumlah klien datang karena mereka tidak ingin pihak luar tahu pencurian yang terjadi di perusahaan mereka," tambahnya.

Siapapun yang menjalani uji kebohongan ini harus memberikan menandatangani persetujuan dan menjalani serangkaian wawanara.

Puranaik mengatakan dengan uji poligraf ini dapat diketahui bahwa seseorang jujur atau bersalah.

Namun ia mengakui alat ini tidak dapat diandalkan sepenuhnya.

"Akurasi alat ini sekitar 80%," kata Puranaik.

Alat poligraf digunakan dengan mengukur sejumlah perubahan dalam badan termasuk tekanan darah, keringat, dan nafas.

Alat ini didirikan tahun 1917 oleh ilmuwan Amerika, William Marston, yang juga mendiri karatek komik Wonder Woman.

Peralatan ini telah lama digunakan di India, termasuk oleh polisi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.