Pussy Riot sebut sidang berbau Stalin

Terbaru  9 Agustus 2012 - 00:17 WIB
Anggota band Pussy Riot

Tiga anggota band Pussy Riot berada di tahanan selama lima bulan terakhir.

Tiga anggota band rock punk Rusia Pussy Riot yang disidang karena membawakan lagu protes di Moskow menyampaikan pembelaan akhir di pengadilan, Rabu 8 Agustus.

Wartawan BBC di Moskow, Daniel Sandford, melaporkan sidang kali ini merupakan sidang terakhir dan para terdakwa berhak menyampaikan pembelaan kepada hakim.

Mereka disidang dengan dakwaan premanisme dengan motif kebencian agama dan ditahan selama lima bulan terakhir setelah ditangkap karena menyanyikan lagu yang mengejek Vladimir Putin.

Maria Alyokhina, 24, Nadezhda Tolokonnikova, 22, dan Yekaterina Samutsevich, 29, membawakan lagu itu di depan altar katedral terbesar di Moskow pada 21 Februari.

Penyanyi utama Pussy Riot, Nadezhda Tolokonnikova, membandingkan kasus mereka dengan kasus-kasus yang disidangkan di zaman kekuasaan Stalin.

Dia menambahkan mungkin dia dan teman-temannya menghadapi hukuman panjang tetapi setidaknya mereka akan merasa bebas.

"Kami lebih bebas dibanding jaksa penuntut yang duduk di hadapan kami. Karena kami bisa mengatakan apa yang kami kehendaki dan kami memang mengatakan apa yang ingin kami katakan," kata Tolokonnikova di pengadilan.

Dukungan Madonna

"Mereka telah melakukan hal yang berani. Saya pikir mereka telah membayar atas tindakan ini, dan saya berdoa demi pembebasan mereka."

Madonna

Setiap pernyataan pembelaan mendapat sambutan meriah khususnya dari kalangan wartawan yang meliput sidang. Hakim bahkan sampai menyampaikan keluhan bahwa yang berlangsung adalah sidang bukan teater.

Jaksa menuntut ketiga perempuan itu dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Hakim Marina Syrova akan menyampaikan putusan pengadilan pada Jumat mendatang.

Nasib band Pussy Riot menarik perhatian internasional, termasuk penyanyi pop Amerika Serikat Madonna.

Dalam pertunjukkan di Moskow Selasa malam (07/08), Madonna menyampaikan dukungan kepada Pussy Riot.

"Mereka telah melakukan hal yang berani. Saya pikir mereka telah membayar atas tindakan ini, dan saya berdoa demi pembebasan mereka," tutur Madonna.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.