BBC navigation

Cina dan India dominasi lulusan universitas dunia

Terbaru  11 Juli 2012 - 16:58 WIB
lulusan universitas

Cina dan India akan menjadi penyumbang terbesar angka lulusan PT.

Pada akhir dekade ini, empat dari 10 lulusan universitas di dunia, berasal dari Cina dan India.

Prediksi ini dikeluarkan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan bila menjadi kenyataan akan mengubah peta jumlah lulusan universitas di dunia.

OECD mengatakan pada 2020, jumlah lulusan perguruan tinggi (PT) Asia akan melebihi lulusan PT di Amerika Serikat dan Eropa barat.

Menurut OECD, lulusan PT Cina yang berusia 25-34 tahun, akan mencapai 29% dari jumlah total lulusan PT di seluruh dunia, yang diperkirakan berjumlah 204 juta orang.

Penurunan lulusan PT tertinggi dialami Amerika Serikat, yaitu turun menjadi 11% yang membuat untuk pertama kali AS disalip India yang pada 2020 diproyeksikan menempati urutan kedua di bawah Cina.

Penurunan yang cukup besar juga dialami Rusia, yang porsinya turun menjadi hanya 7%.

Indonesia, sementara itu menurut perkiraan OECD, akan menempati urutan kelima, menyumbang 6% dari total lulusan PT di seluruh dunia, atau naik dari 4% pada 2010.

Tidak secepat Cina

204 juta lulusan PT pada 2020

  1. Cina 29%
  2. India 12%
  3. AS 11%
  4. Rusia 7%
  5. Indonesia 6%
  6. Jepang 4%

Angka lulusan pendidikan tinggi dianggap sebagai cerminan kinerja ekonomi.

Sejak akhir Perang Dunia Kedua, PT di Amerika Serikat, Eropa barat, Jepang, dan Rusia menjadi penyumbang terbesar jumlah total angka lulusan PT dunia.

Amerika Serikat secara khusus dikenal sebagai negara dengan PT terbaik.

Posisi Amerika Serikat sekarang digeser oleh Cina dan India. Kenaikan tajam angka lulusan PT menunjukkan makin besarnya ambisi kedua negara untuk bersaing di pasar kerja terdidik dengan gaji tinggi di dunia.

Para lulusan PT Cina dan India sekarang tidak lagi mencari pekerjaan di sektor manufaktur murah.

Mereka terjun sebagai profesional di sektor teknologi yang selama ini banyak diisi oleh lulusan dari kelas menengah negara-negara Barat.

Yang perlu dicatat di sini adalah, melonjaknya angka lulusan PT di Cina dan India bukan berarti lulusan di Barat menurun.

Angka tetap saja naik, hanya tidak secepat kenaikan di Cina, yang naik lima kali lipat hanya dalam waktu 10 tahun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.