BBC navigation

Gaya hidup tak pengaruhi sperma

Terbaru  14 Juni 2012 - 16:35 WIB

Rokok, alkohol dan berat badan tidak berpengaruh pada sperma

Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa nasihat-nasihat tentang gaya hidup yang diberikan untuk mengatasi masalah kesuburan pada pria kemungkinan tidak akan banyak gunanya dan dapat menunda opsi-opsi lain.

Studi yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction mengatakan merokok, konsumsi alkohol dan kegemukan tidak berdampak pada kualitas sperma.

Namun mereka mengingatkan menjauhi ketiga hal itu tetap merupakan "nasihat kesehatan yang baik."

Mengenakan celana pendek longgar sebagai pakaian dalam memiliki manfaat lebih banyak dibandingkan dengan celana dalam ketat.

Nasihat bagi para dokter oleh National Institute for Health and Clinical Excellence mengatakan kaum pria harus diperingatkan tentang dampak merokok, minuman keras dan mengonsumsi obat-obatan rekreasional terhadap sperma mereka.

'Menjungkirbalikkan nasihat'

Studi oleh para ilmuan dari Universitas Sheffield dan Manchester membandingkan gaya hidup 939 pria dengan kualitas sperma yang buruk dengan 1.310 pria dengan kualitas sperma normal.

Studi menunjukkan hampir tidak ada perbedaan antara jumlah sperma aktif pada pasien yang t idak merokok dan mereka yang memiliki kebiasaan mengisap 20 batang rokok setiap hari.

Tidak ada "bukti kuat" bahwa penggunaan obat-obatan rekreasional, indeks masa tubuh tinggi atau konsumsi alkohol berlebih dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Dr Andrew Povey dari Universitas Manchester mengatakan pilihan-pilihan gaya hidup memang penting untuk kesehatan secara umum tetapi "mungkin tidak banyak berpengaruh" pada kesuburan pria.

Ia mengatakan, "Hal ini menjungkirbalikkan nasihat yang lazim diberikan pada pria tentang bagaimana mereka dapat meningkatkan kesuburan dan menunjukkan bahwa risiko-risiko gaya hidup yang umum, mungkin tidak sepenting yang kita duga.

"Menunda perawatan kesuburan bagi pasangan ini sehingga mereka dapat mengubah gaya hidup mereka, dimana hampir tidak ada bukti efektifitasnya sama sekali, tidak berpotensi memperbaiki peluang pembuahan dan sangat merugikan bagi pasangan yang tidak memiliki banyak waktu."

Memakai celana pendek longgar diasosiasikan dengan sperma berkualitas tinggi.

Dr Allan Pacey dari Universitas Sheffield mengatakan, "Terlepas dari hasil yang kita dapatkan, sangat penting bagi pria untuk terus mengikuti nasihat-nasihat kesehatan yang bijaksana dan menjaga berat badan mereka, berhenti merokok serta mengonsumsi alkohol dalam batas-batas yang wajar. Tetapi mereka tidak perlu menjadi biarawan hanya karena mereka ingin menjadi seorang ayah. "

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.