BBC navigation

Tradisi makan siang merayakan 60 tahun tahta Ratu Elizabeth

Terbaru  3 Juni 2012 - 22:18 WIB
makan siang bersama

Tradisi makan siang bersama untuk menandai peristiwa besar dimulai sejak abad ke-19.

Ribuan orang dari berbagai usia meramaikan peringatan 60 tahun tahta Ratu Elizabeth II di taman bekas kompleks Angkatan Laut Kerajaan Inggris di Greenwich, London Tenggara, hari Minggu (3/6).

Sejumlah acara untuk anak-anak digelar, antara lain tarik tambang maupun menari bersama dan layar lebar di tengah taman untuk menayangkan laporan langsung iring-iringan kapal Ratu Elizabeth yang menelusuri Sungai Thames.

Beberapa warung makanan dan cendera mata didirikan di tepi tepi taman dan kelompok gendang berkeliling taman meramaikan suasana.

Hujan rintik yang sempat turun dan langit mendung jelas membuat warga yang hadir tidak sebanyak yang diharapkan, namun acara tetap semarak mengingat tanpa perayaan 60 tahun tahta Ratu saja, kawasan Greenwich selalu diramaikan pengunjung sebagai salah satu tujuan wisata di London.

Cuaca yang kurang bersahabat tidak memupus sama sekali niat sejumlah orang untuk ikut meramaikan perayaan.

Banyak yang membawa bendera Inggris Raya dan sebagian mengenakan topi atau baju bermotif Union Jack berwarna merah, putih dan biru.

Penghormatan pada Ratu

Sebagian mengenakan jaket hujan maupun topi, namun tak sedikit pula yang tidak terlalu memperdulikan hujan rintik yang sempat turun.

"Sebagai orang Irlandia, Ratu Elizabeth memang bukan ratu saya, tapi sebagai warga negara Inggris Raya, dia adalah kepala negara saya."

Patrick

Jane, seorang perempuan setengah baya, sengaja datang dari Manchester untuk merayakan Diamond Jubilee di Greenwich. Hari Sabtu dia melihat acara di pusat kota London dan Minggunya dia tinggal di rumah temannya di Greenwich.

"Di Manchester cuaca seperti ini sering dan tidak ada masalah, yang penting masih ada suasananya," tuturnya.

Dengan kursi lipatnya, dia bersama temannya duduk santai sambil minum teh setelah makan siang secara sederhana dan menyaksikan layar TV raksasa.

Dia mengatakan bahwa sebagai warga Inggris juga ingin menunjukkan rasa hormat kepada Ratu Elizabeth, "Kami cinta ratu."

Seorang pengunjung lain, Patrick yang berasal dari Irlandia , mengenakan baju khusus untuk perayaan Jubliee.

Pensiunan yang sudah puluhan tahun dinggal di kawasan Greenwich ini mengatakan cuaca sama sekali bukan masalah untuk perayaan walau dia mengaku jika cuaca cerah jelas suasananyua akan lebih meriah.

"Sebagai orang Irlandia, Ratu Elizabeth memang bukan ratu saya, tapi sebagai warga negara Inggris Raya, dia adalah kepala negara saya."

"Dan suasananya menyenangkan walau cuaca tidak bagus, tapi kegembiraan terasa," tambahnya.

Makan bersama

Dalam perayaan di Greenwich juga digelar acara makan siang bersama dengan membawa makan dan minuman masing-masing.

Tiga barisan meja panjang yang disusun dengan masin-masing hampir sekitar 40 meter sudah disiapkan di halaman maupun di koridor gedung untuk orang-orang yang ingin makan siang bersama.

Beberapa keluarga yang tidak mendapatkan tempat di meja, makan di salah satu pojok koridor maupun sedikit diguyur gerimis tipis berbasah di halaman rumput.

Mary yang datang bersama keluarga putri dan cucunya sudah sejak awal merencanakan untuk ikut makan siang bersama dalam perayaan 60 tahun Tahta Ratu Elizabeth.

"Gerimis tidak jadi masalah kami tetap bisa menikmati suasanya."

Menurutnya, banyak orang yang sudah siap meramaikan makan siang bersama dan gerimis tidak sampai membatalkan rencana itu.

makan siang bersama

Makan siang bersama antara lain digelar di Greenwich, London tenggara.

Bagi Mary, bisa jadi perayaan Diamond Jubilee ini yang terakhir kali bisa dia ikuti di bawah Ratu Elizabeth II dan itu tampaknya yang mendorong dia -dan banyak warga lainnya- bertekad untuk tetap hadir di Greenwich.

"Saya harap Ratu Elizabeth II juga gembira seperti kami di sini," tuturnya. "Ini peristiwa sekali dalam hidup."

Dimulai Ratu Victoria

Tradisi makan siang bersama di jalanan di Inggris berawal pada perayaan 50 tahun Tahta Ratu Victoria pada tahun 22 Juni 1897. Perayaan waktu itu amat meriah dan juga dirayakan di beberapa negara-negara anggota Persemakmuran seperti di Australia.

Laporan-laporan menyebutkan sempat terjadi perdebatan tentang biaya perayaan antara pihak Rumah Tangga Kerajaan, yang enggan menanggung, dan bendahara pemerintah. Namun akhirnya biayanya ditanggung bersama kedua pihak.

Belakangan Ratu Victoria menegaskan pemerintah akan menanggung dana jika memang ingin menggelar perayaan besar-besaran. Dengan semangat menderma yang kuat dari Ratu Victoria, digelarlah makan bersama di jalanan dan 400.00 warga miskin London mendapat makanan dan minuman gratis.

Di Manchester tercatat 100.000 warga ikut makan bareng di jalanan.

Di London, biayanya ditanggung oleh saudagar teh Sir Thomas Lipton -yang industri tehnya masih bertahan hingga saat ini. Warga London bukan hanya makan gratis juga mendapatkan bir dan tembakau secara cuma-cuma.

Makan siang bersama itu dianggap mampu meningkatkan solidaritas di kalangan masyarakat Inggris dan di penghujung Perang Dunia II juga digelar acara komunitas tersebut. Saat itu -ketika dampak perang masih terasa- semangat gotong royong dengan menyediakan makan dan minum bersama mulai muncul.

Tradisi gotong royong itu kemudian dipertahankan, tanpa dukungan dana pemerintah sama sekali. Terakhir kali, The Big Lunch, digelar sejumlah masyarakat Inggris untuk merayakan perkawinan Pangeran William dan Kate Middleton, tahun 2011.

Dan mungkin perayaan Diamond Jubilee tahun 2012 menjadi salah satu yang akan dikenang lama, hanya jelas 60 tahun sebuah tahta jelas bukan hal yang sering terjadi di Inggris maupun di kerajaan-kerajaan lain.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.